Lonjakan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara saat libur Lebaran mendorong omzet pelaku UMKM naik tajam, dari jutaan menjadi belasan hingga puluhan juta rupiah per hari.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Ramainya kunjungan ke kawasan IKN selama libur Idulfitri 2026 tak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus juru bicara, Troy Pantouw, menyebut tingginya arus pengunjung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan sekitarnya memperkuat aktivitas ekonomi lokal.
“Kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan ekonomi bagi pelaku UMKM,” ujarnya, Sabtu.
Dampak tersebut dirasakan langsung oleh para pelaku usaha. Nita, pemilik usaha di Café Sepaku Empat, mengaku omzetnya melonjak drastis selama hari-hari awal Lebaran.
“Awalnya sekitar Rp1,8 juta per hari, tapi saat Lebaran bisa naik jadi Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,” katanya.
Produk seperti mochi menjadi salah satu yang paling diminati pengunjung, terutama kalangan anak-anak dan remaja.
Lonjakan serupa juga dialami Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” di area Plaza Seremoni, dengan omzet mencapai Rp10 juta hingga Rp12 juta per hari.
Di sektor suvenir, Dina menyebut penjualan meningkat hingga dua kali lipat, terutama untuk produk pakaian bertema Nusantara.
Sementara itu, pelaku usaha kuliner modern seperti Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto mencatat peningkatan omzet signifikan saat momen libur.
“Kalau ada kegiatan atau libur seperti ini, omzet bisa tembus Rp10 juta hingga Rp15 juta. Hari biasa sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta,” ujarnya.
Pelaku UMKM lainnya, Sri Mus Mulyawati dari D’sweet Nusantara, bahkan mencatat omzet hingga Rp20 juta per hari, didorong tingginya minat pengunjung terhadap menu bakwan malang yang menjadi andalan.
Ia menilai kemudahan akses menuju kawasan IKN selama libur menjadi faktor penting dalam peningkatan jumlah pengunjung.
Lonjakan ini menunjukkan aktivitas ekonomi di kawasan IKN tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga mulai menggerakkan sektor usaha kecil yang tumbuh seiring meningkatnya kunjungan masyarakat.


