Badan Gizi Nasional (BGN) menyelidiki maraknya dugaan penipuan yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama dengan modus jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan investigasi terhadap dugaan penipuan yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Modus yang muncul antara lain tawaran jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG oleh oknum tertentu.
Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN Tigor Pangaribuan mengatakan penelusuran dilakukan berdasarkan laporan dan fakta yang ditemukan di lapangan.
“Menurut saya harus ada investigasi yang berdasar fakta,” kata Tigor, dikutip media ini Rabu (11/3).
Ia meminta masyarakat yang menerima tawaran atau iming-iming terkait jual-beli titik SPPG segera melapor melalui Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) di Call Center 127 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap berbagai tawaran bisnis yang mengatasnamakan program MBG, terlebih jika disertai permintaan imbalan uang.
“Untuk masyarakat agar selalu cermat dan hati-hati dengan berbagai tawaran bisnis apapun, termasuk tawaran terlibat dalam Program MBG,” ujar Dadan.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan melaporkan secara hukum pihak-pihak yang terbukti melakukan penipuan dengan mengatasnamakan program tersebut.
“Jika orangnya kenal dengan alamat jelas, diproses sesuai prosedur. Jika jelas penipuan, dilaporkan secara hukum,” katanya.
BGN juga menemukan berbagai modus penipuan yang memanfaatkan popularitas program MBG. Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya menyebut salah satu modus yang muncul adalah iming-iming jual-beli titik SPPG dengan biaya tertentu.
Menurut dia, saat ini sistem pendaftaran terkait program tersebut sudah ditutup, sehingga masyarakat diminta waspada terhadap pihak yang mengklaim masih dapat membuka akses pendaftaran.
“Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung. Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop biar orang yang sudah membayar rugi,” kata Sony.
Kasus terbaru dugaan penipuan yang mengatasnamakan program MBG dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Seorang perempuan yang disebut berasal dari Perumahan Pondok Permata di wilayah Babelan diduga menawarkan pembukaan dapur SPPG dengan janji keuntungan berlipat.
Sejumlah korban dilaporkan telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah kepada pelaku.


