Audy Item mengungkap pengalaman menghadapi obesitas setelah berat badannya naik hingga 30 kilogram pascamelahirkan, kondisi yang baru disadarinya setelah pemeriksaan medis.
EKSPOSKALTIM, Jakarta — Audy Item membagikan pengalamannya berjuang melawan obesitas yang dialaminya setelah melahirkan. Kenaikan berat badan mencapai sekitar 30 kilogram terjadi selama masa kehamilan. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan untuk kembali ke berat badan semula.
“Hamil saya naik itu sekitar 30 kilo, memang besar banget dan anak saya juga besar pas lahirnya. Dan memang saya struggle banget untuk balik lagi kayak dulu badannya,” kata Audy, dikutip media ini, Kamis (5/3).
Audy tidak langsung menyadari dirinya mengalami obesitas. Ia baru mengetahui kondisi tersebut setelah menjalani pemeriksaan ke dokter, meskipun sebelumnya telah merasakan sejumlah gejala seperti pusing, mata berkunang-kunang, dan tubuh mudah lemas.
“Perasaan badan biasa-biasa aja tapi ada timbunan lemak. Aku baru tahu kalau aku obesitas itu karena aku ke dokter dicek semua,” ujarnya.
Dalam proses menurunkan berat badan, Audy sempat mencoba berbagai metode diet dan olahraga yang diperoleh dari internet maupun rekomendasi orang lain. Namun, hasil yang didapat tidak bertahan lama.
“Aku ikutin semuanya, cepat turun tapi bounce back-nya cepat lagi, bisa tiga kali lipat. Jadi bener-bener aku sampai frustrasi,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa tidak semua metode diet atau olahraga cocok untuk setiap individu. Pengalaman tersebut membuatnya lebih berhati-hati dan memilih untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
Menurut Audy, obesitas merupakan kondisi yang serius karena dapat memicu berbagai penyakit lain. Hal ini yang mendorongnya untuk lebih terbuka menyuarakan pentingnya kesadaran terhadap kesehatan.
“Aku berani untuk menyuarakan tentang obesitas ini karena memang obesitas ini adalah penyakit yang bisa menimbulkan banyak penyakit lain,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendampingan dari tenaga ahli dalam menjalani program penurunan berat badan, mengingat banyaknya informasi yang belum tentu tepat beredar di masyarakat.
“Kita tidak bisa hanya mendapatkan informasi dari omongan orang atau internet saja. Harus didampingi oleh yang ahli yaitu dokter,” kata dia.
Audy menambahkan dirinya tetap rutin berolahraga di pusat kebugaran sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Namun ia menegaskan bahwa jenis olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
“Karena apa yang bagus buat badan kita, hanya dokter yang tahu. Kita enggak bisa asal-asalan,” ujarnya.


