Empat jam diskusi di Hambalang mempertemukan Presiden Prabowo dengan lima konglomerat besar untuk membahas arah konsolidasi ekonomi nasional.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2) malam. Pertemuan tertutup selama sekitar empat jam itu membahas kondisi ekonomi nasional dan penguatan kolaborasi pemerintah–dunia usaha melalui konsep “Indonesia Incorporated”.
Audiensi yang berlangsung pukul 19.00 hingga 23.00 WIB tersebut digelar atas permintaan para pengusaha untuk berdiskusi langsung dengan kepala negara. Hadir dalam pertemuan itu Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma (Agung Sedayu Group).
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya semangat Indonesia Incorporated sebagai bentuk kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.
“Pembangunan industri harus berdampak langsung bagi rakyat, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian bangsa,” ujar Prabowo.
Presiden juga mengajak para pelaku usaha memperluas penciptaan lapangan kerja, memperkuat sektor riil, serta mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional.
Diskusi berlangsung terbuka dengan membahas peluang pengembangan sektor-sektor strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat, termasuk ketahanan pangan dan energi, industri bernilai tambah, hingga penguatan ekosistem pendidikan dan kesehatan.
Merespons hal tersebut, para pengusaha menyatakan komitmen mendukung arah kebijakan pemerintahan Prabowo, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan, pembangunan industri nasional, hingga program rumah subsidi, koperasi, dan kampung nelayan.
Pertemuan itu sekaligus menjadi ajang penyamaan langkah antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


