BMKG membunyikan alarm cuaca ekstrem. Hujan lebat hingga ekstrem diprediksi menyapu sebagian besar wilayah Indonesia hari ini, dari Nusa Tenggara hingga Kalimantan.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membunyikan peringatan dini cuaca ekstrem. Hujan lebat hingga ekstrem diprakirakan mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia pada Jumat, dengan potensi dampak serius mulai dari banjir, longsor, hingga gangguan transportasi.
Prakirawan BMKG, Alya Sausan, menyebut wilayah Banten dan DKI Jakarta masuk zona rawan hujan lebat hingga ekstrem. Sementara hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi meluas di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ancaman tidak hanya datang dari hujan. BMKG juga mengonfirmasi kemunculan bibit siklon tropis 91S di Samudera Hindia selatan Sumbawa. Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem ini berpeluang tinggi berkembang menjadi siklon tropis dan memperburuk kondisi cuaca di wilayah sekitarnya.
“Bibit siklon ini memicu peningkatan kecepatan angin di atas 25 knot di perairan selatan Jawa Timur hingga Sumba, termasuk Bali, NTB, NTT, serta perairan utara Madura sampai Flores,” ujar Alya dalam kanal resmi BMKG.
Di Pulau Sumatera, cuaca relatif bervariasi. Banda Aceh diprakirakan cerah berawan, Tanjung Pinang berawan, sementara Medan, Pekanbaru, Jambi, dan Pangkalpinang diselimuti awan tebal. Kota Padang berpotensi mengalami kabut atau asap, sedangkan Bengkulu dan Palembang diprakirakan diguyur hujan ringan. Bandarlampung masuk kategori waspada hujan yang dapat disertai petir.
Di Pulau Jawa, hujan diprediksi merata. Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya berpotensi hujan sedang. Serang dan Yogyakarta bahkan diprakirakan mengalami hujan disertai petir, meningkatkan risiko genangan dan gangguan aktivitas warga.
Wilayah Kalimantan juga tak sepenuhnya aman. Pontianak dan Palangka Raya diprakirakan berawan, Samarinda dan Banjarmasin berawan tebal, sementara hujan ringan berpotensi turun di Tanjung Selor.
Di Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar dan Kupang diprakirakan diguyur hujan ringan, sedangkan Mataram berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang. Kondisi ini diperparah oleh pengaruh angin kencang akibat bibit siklon tropis di selatan wilayah tersebut.
Untuk Pulau Sulawesi, Manado diprakirakan berawan, Kendari dan Gorontalo berawan tebal, serta hujan ringan di Mamuju. Kota Makassar berpotensi mengalami udara kabur, sementara Palu diprediksi diselimuti asap atau kabut.
Di wilayah timur Indonesia, Ternate diprakirakan berawan tebal dan Ambon diguyur hujan ringan. Di Papua, Jayapura berawan, Sorong berawan tebal, hujan ringan diprediksi turun di Manokwari dan Jayawijaya, sementara Nabire dan Merauke berpotensi hujan dengan intensitas sedang.
BMKG mengingatkan masyarakat, khususnya yang bermukim di wilayah rawan banjir, longsor, dan pesisir, untuk meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas pelayaran dan nelayan juga diminta ekstra hati-hati menyusul potensi angin kencang dan gelombang tinggi akibat pengaruh bibit siklon tropis.
Cuaca ekstrem, menurut BMKG, bukan sekadar gangguan sesaat, melainkan ancaman nyata yang bisa berdampak langsung pada keselamatan dan aktivitas ekonomi jika diabaikan.


