Genangan mulai muncul di beberapa titik setelah hujan turun hampir tanpa jeda. Pemerintah Kota Banjarmasin mengimbau warga bersiap menghadapi rob yang biasanya tiba larut malam saat pasang mencapai 2,7 mdpl.
EKSPOSKALTIM, Balikpapan - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, rob, dan musim hujan.
Kepala BPBD Banjarmasin Husni Thamrin menjelaskan imbauan ini diterbitkan karena air pasang tinggi muncul bersamaan dengan hujan yang terus turun.
"Ini imbauan ke masyarakat agar selalu siap siaga menghadapi hal yang tidak diinginkan, utamanya banjir," katanya, dikutip dari ANTARA, Selasa (9/12).
Ia menyebut sejumlah wilayah di Banjarmasin kembali mengalami rob, terutama daerah dekat sungai karena pasang cukup tinggi.
"Rata-rata terjadinya air pasang sekitar pukul 22.00 Wita atau 24.00 Wita dengan ketinggian air 2,7 mdpl," katanya.
Meski begitu, Pemkot menilai belum perlu menetapkan status waspada bencana karena kondisi genangan cepat hilang setelah air pasang surut.
"Kondisi setelah berakhir air pasang maka cepat pula hilang genangan," ujarnya.
Pemkot mengimbau warga melakukan aksi bersih lingkungan untuk mengurangi risiko banjir, cuaca ekstrem, dan rob pada musim hujan. Masyarakat serta instansi pemerintah dan swasta diminta bergotong royong membersihkan saluran air dari sampah dan hambatan lain.
Warga juga diminta menyiapkan tas siaga bencana untuk keperluan mendesak saat kondisi darurat. BPBD ikut menyosialisasikan layanan panggilan darurat “Call Center 112” dan meminta masyarakat segera melaporkan potensi ancaman di lingkungan masing-masing.
Anggota DPRD Banjarmasin Hari Kartono meminta Pemkot aktif memantau lapangan, terutama di kawasan rawan banjir akibat hujan dan air pasang.
"Hari ini saja hampir seharian hujan, di sejumlah wilayah terjadi genangan, meskipun tidak terlalu tinggi, namun cukup mengkhawatirkan jika disusul air pasang nantinya," ujarnya.
Ia juga meminta pemerintah menyiapkan bantuan pangan dan perlengkapan pertolongan jika terjadi darurat banjir.
"Kita harus bersiap sejak sekarang, termasuk peralatan pertolongan bencana dan lainnya," kata dia.


