Basarnas melaporkan lebih dari 33 ribu warga terdampak, ratusan meninggal, dan ratusan lainnya masih hilang.
EKSPOSKALTIM, Jakarta - Komisi V DPR RI menggelar rapat kerja bersama Basarnas dan BMKG untuk membahas situasi bencana di utara Pulau Sumatera serta laporan hasil pemeriksaan BPK RI semester II 2024. Dalam rapat itu, Basarnas melaporkan 33.620 warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di ruang Komisi V DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (1/12). Dikutip dari Detik, ia menyebut Basarnas telah mengevakuasi 447 korban meninggal dunia.
“Kami laporkan bahwa jumlah warga terdampak dari bencana yang ada di Aceh, Sumatera Barat, dan juga Sumatera Utara mencapai 33.620. Di mana dari jumlah yang terdampak kami telah mengevakuasi 447 jiwa dalam kondisi meninggal dan yang terlaporkan masih dalam pencarian 399 jiwa,” kata Syafii.
Sebanyak 33.173 orang dinyatakan selamat. Syafii menegaskan seluruh peristiwa di tiga provinsi itu dipicu bencana hidrometeorologi.
“Untuk jumlah korban selamat yang dievakuasi oleh Badan SAR Nasional dan juga seluruh potensi SAR yang terdata ada 33.173. Untuk disposisi dari tempat-tempat pengungsi mohon izin tidak kami tampilkan karena itu ranah dari BNPB,” ujarnya.
“Tiga provinsi yang kami sampaikan ini sebenarnya penyebabnya sama, yaitu adanya bencana hidrometeorologi sehingga menyebabkan tiga wilayah ini mengalami dampak yang khusus atau luar biasa,” tambahnya.
Syafii memerinci jumlah korban yang telah dievakuasi Basarnas di masing-masing daerah sebagai berikut:
Aceh
Meninggal dunia: 102 jiwa
Masih dalam pencarian: 116 jiwa
Korban selamat: 1.044 jiwa
Sumatera Utara
Meninggal dunia: 217 jiwa
Masih dalam pencarian: 168 jiwa
“Kami sampaikan di Sumatera Utara 3.029 warga terdampak di mana kami telah mengevakuasi 217 meninggal dunia dan dilaporkan 168 dalam pencarian,” imbuh Syafii.
Sumatera Barat
Meninggal dunia: 128 jiwa
Masih dalam pencarian: 115 jiwa
“Jumlah warga yang terdampak ada 29.445 di mana kami telah mengevakuasi 128 dalam kondisi meninggal dan dilaporkan 115 masih belum ditemukan,” lanjutnya.


