Bontang terbitkan 2.489 NIB hingga November 2025, menunjukkan naiknya kepercayaan investor dan kemudahan perizinan berbasis OSS-RBA
EKSPOSKALTIM, Bontang - Kota Bontang tak lagi sekadar kota industri. Kini, kota di pesisir Kalimantan Timur ini mulai menjelma menjadi magnet investasi baru dengan geliat ekonomi yang makin hidup. Itu terbukti dari hingga 22 November 2025, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mencatat penerbitan 2.489 Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) berbasis risiko.
Angka ini menunjukkan lonjakan kepercayaan investor terhadap kemudahan perizinan dan stabilitas iklim usaha di Bontang. Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menilai capaian tersebut sebagai bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan sistem pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan ramah investor.
"Bontang saat ini tengah bergerak menuju kota investasi yang tangguh dan berdaya saing. Setiap izin yang kami terbitkan adalah bukti nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan kemudahan berusaha," jelasnya.
Berdasarkan Dashboard OSS-RBA Kota Bontang, tercatat 7.210 proyek usaha aktif. Mayoritas berada pada sektor risiko rendah dengan porsi 66,4 persen dan menengah rendah sebesar 12,7 persen. Angka ini mencerminkan tingkat keberlanjutan dan keamanan investasi yang tinggi di Bontang.
Sektor yang paling banyak menyumbang perizinan antara lain perdagangan eceran, kuliner, dan jasa pendidikan nonformal. Data tersebut memperlihatkan peningkatan signifikan aktivitas usaha dan promosi ekonomi lokal di jantung Kota Bontang.
Pemerintah Kota Bontang kini berupaya mendiversifikasi ekonomi agar tidak bergantung pada sektor industri berat. Langkah strategis dilakukan dengan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pariwisata, dan industri jasa.
Berbagai kegiatan seperti Bontang City Carnival menjadi sarana promosi potensi daerah sekaligus memperkuat identitas kota sebagai pusat kreativitas.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Bontang bukan hanya kota industri, tetapi juga pusat kreativitas dan inovasi. Melalui kolaborasi, kami membuka ruang bagi investor untuk tumbuh bersama masyarakat," ujar Aspiannur.
Kebijakan ini sejalan dengan visi pembangunan "Bontang Berbenah" yang dicanangkan Wali Kota Bontang. DPMPTSP berkomitmen memperkuat layanan publik berbasis digital dengan prinsip cepat, pasti, dan transparan.
Dengan dukungan infrastruktur memadai, iklim usaha yang kondusif, dan perizinan terintegrasi secara digital, Kota Bontang kini menjelma sebagai salah satu destinasi investasi paling potensial di Kalimantan Timur.
"Dengan kemudahan perizinan dan dukungan pemerintah daerah, Bontang siap menjadi magnet baru bagi pertumbuhan ekonomi dan pusat investasi berkelanjutan," pungkas Aspiannur.

