BONTANG, EKSPOSKALTIM - Upaya mempromosikan pariwisata Kota Bontang memasuki fase baru seiring langkah Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispopar) Bontang menggandeng para sineas muda lokal untuk memproduksi film bertema sosial budaya, kearifan lokal, dan pariwisata daerah.
Pendekatan ini menandai perubahan strategi dari pola promosi konvensional menuju metode kreatif berbasis karya sinematografi.
Kepala Bidang Pariwisata Dispopar Bontang, Muhammad Ihsan, menyebut bahwa film yang sedang digarap merupakan hasil kreativitas para pembuat film muda di kota tersebut. Ia menilai langkah ini melanjutkan kerja sama sebelumnya yang pernah dilakukan bersama rumah produksi nasional dalam pembuatan FTV bertema Bontang.
“Kalau kemarin FTV nasional, sekarang kami bantu teman-teman sineas Bontang untuk berkarya lewat film. Ceritanya nanti juga berkaitan dengan Bontang, menampilkan destinasi wisata yang kita miliki,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ihsan menegaskan dukungan penuh Dispopar terhadap komunitas sineas lokal, yang tengah mengerjakan film dengan muatan sosial budaya dan kearifan lokal. Ia berharap karya tersebut mampu mengangkat karakter khas Bontang sekaligus menampilkan potensi wisatanya.
“Teman-teman Sineas Bontang ini adalah sekelompok anak muda yang suka membuat film. Saya berharap mereka bisa mengangkat sosial budaya dan kearifan lokal Bontang, dipadukan dengan pariwisata dan alur cerita yang menarik,” jelasnya.
Selain memfasilitasi proses produksi, Dispopar turut memberikan dukungan teknis berupa akses lokasi pengambilan gambar serta ruang publikasi melalui media sosial resmi. Dukungan tersebut merupakan bagian dari strategi pariwisata yang tidak hanya berfokus pada penyebaran informasi, tetapi juga pada penciptaan konten kreatif yang dapat dinikmati masyarakat luas.
Menurut Ihsan, kolaborasi sinematik ini merupakan inovasi di tengah persaingan promosi antar daerah. Dengan kekuatan visual film, Bontang dapat memperlihatkan potensi wisata, budaya, dan ekosistem kreatifnya secara lebih menarik dan mudah diterima.
“Film ini menjadi media promosi yang efektif. Selain menghibur, juga memperlihatkan keindahan tempat wisata kita. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa promosi bisa berjalan seiring dengan pengembangan ekonomi kreatif,” imbuhnya.
Dispopar juga terus membenahi fasilitas wisata agar sejalan dengan peningkatan kualitas promosi digital dan produksi film. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa eksposur melalui karya sinematik memiliki dampak nyata ketika wisatawan berkunjung.
Melalui sinergi dengan sineas muda, Dispopar berupaya memperkenalkan Bontang tidak hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai kota yang kaya budaya, berkarakter, dan memiliki destinasi wisata yang layak dieksplorasi. Ihsan berharap film karya anak muda Bontang nantinya mampu menarik rasa penasaran masyarakat luas.

