Populasi pesut Mahakam diperkirakan hanya tersisa puluhan ekor saja.
EKSPOSKALTIM, Samarinda - Seekor pesut Mahakam ditemukan tak bernyawa tersangkut di keramba warga di Dusun Kuyung, Desa Sebemban, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara. Mamalia air tawar langka itu dikenal dengan nama Upin, seekor pesut jantan berusia sekitar tiga tahun.
Kabar duka itu dikonfirmasi Ketua Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI), Danielle Kreb. Ia mengatakan tim RASI bersama Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Wilker Mahakam Hulu serta masyarakat Pokdarwis 3B Desa Pela langsung turun mengevakuasi bangkai pesut setelah laporan diterima, Rabu (5/11).
“Dia ditemukan dalam kondisi mati dan tersangkut. Kami langsung evakuasi dan melakukan pengukuran morfometrik serta analisis kondisi individu,” kata Danielle, dikonfirmasi media ini, Senin (10/11).
Upin memiliki panjang tubuh 174 sentimeter dan berat 104 kilogram. Ia lahir pada Juli 2022. Setelah dievakuasi, jasadnya dibawa ke Stasiun Pengamatan Pesut RASI untuk dilakukan nekropsi oleh dokter hewan. Tim juga mengambil sampel organ untuk pemeriksaan laboratorium.
“Saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab kematiannya,” ujar Danielle.
Ia menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan jumlah pasti populasi pesut Mahakam pasca kematian Upin, mengingat ada individu yang lahir dan mati dalam dua tahun terakhir. Hasil identifikasi terbaru diperkirakan baru keluar awal tahun depan.
“Biasanya hasil analisa selesai paling cepat bulan Januari,” tambahnya.
Berdasarkan hasil penelitian bersama BPSPL dan RASI hingga Oktober 2024, populasi pesut Mahakam diperkirakan hanya tersisa sekitar 60 ekor. Jumlah ini terus berfluktuasi akibat ancaman habitat, aktivitas perikanan, dan insiden seperti yang menimpa Upin.
Menurutnya, kematian Upin menjadi pengingat bahwa kelangsungan hidup Orcaella brevirostris, mamalia khas Sungai Mahakam, semakin rapuh. Upaya menjaga habitat dan menekan ancaman aktivitas manusia menjadi kunci agar pesut tidak tinggal nama di masa depan.


