PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Akhmad Suharto Dilantik Jadi Pj Sekda Bontang, Neni Tekankan Kinerja dan Kolaborasi OPD

Home Berita Akhmad Suharto Dilantik J ...

Neni menegaskan stunting masih menjadi masalah penting. Termasuk soal mobilitas penduduk. 


Akhmad Suharto Dilantik Jadi Pj Sekda Bontang, Neni Tekankan Kinerja dan Kolaborasi OPD
Wali Kota Neni saat melantik Suharto sebagai Pj Sekda Bontang. Foto: Forkompim/IG

EKSPOSKALTIM, Bontang - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni melantik dan mengambil sumpah Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, di Auditorium Kantor Wali Kota, Jalan Moh. Roem, Kelurahan Bontang Lestari, Senin sore (10/11).

Pelantikan berlangsung khidmat, disaksikan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris, Kapolres AKBP Widho Anriano, Kajari Pilipus Siahaan, Danyon Arhanud 7/ABC Bayu Adiwisuda, serta para pejabat Pemkot Bontang, termasuk asisten, staf ahli, dan kepala OPD.

Akhmad Suharto sebelumnya menjabat Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah. Ia ditetapkan sebagai Pj Sekda melalui Keputusan Wali Kota Nomor 800.1.1.1/3515/BKPSDM/2025 dan mulai bertugas sejak 10 November 2025 hingga Sekda definitif dilantik.

Usai pengambilan sumpah jabatan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan disaksikan Wali Kota dan pejabat terkait.

Dalam sambutannya, Neni menegaskan agar seluruh OPD meningkatkan kinerja dan memperhatikan isu strategis daerah, terutama penanganan stunting.

Stunting masih menjadi masalah penting yang harus diselesaikan secara menyeluruh agar tidak berulang. Setiap OPD harus aktif, jangan pasif. Saya masih menemukan ada OPD yang tidak hadir dalam kegiatan penting, seperti di Kartikor,” tegasnya.

Neni juga menyoroti fenomena meningkatnya mobilitas warga yang kerap beraktivitas di luar kota, yang dinilainya dapat memengaruhi perputaran ekonomi lokal. “Ada berita yang menyebutkan banyak warga Bontang keluar meninggalkan kota. Ini perlu kita analisis bersama, karena mobilitas penduduk berdampak langsung pada ekonomi lokal. Pemerintah harus bekerja sama dengan BPS dan pelaku usaha untuk memahami tren ini,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan di bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur, sosial, dan digitalisasi ekonomi.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pemerintah perlu menggandeng dunia usaha dan masyarakat agar pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Neni juga mengingatkan agar seluruh OPD menyelaraskan program kerja dengan visi-misi pembangunan Kota Bontang 2025–2029. “Setiap program harus selaras dengan visi-misi kota. Mari berkolaborasi mewujudkan Bontang yang maju, cerdas, dan sejahtera,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Neni turut menyampaikan rasa syukur atas capaian terbaru Pemkot Bontang yang kembali meraih penghargaan Indonesia Smart Nation Award (ISNA) 2025 pada 8 November lalu. “Alhamdulillah, Bontang kembali mendapat penghargaan atas komitmen kita dalam tata kelola dan pembangunan berbasis kota cerdas. Ini bukti bahwa kita berada di jalur yang benar,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi seluruh OPD dan ASN atas dedikasi mereka sehingga Pemkot Bontang mampu meraih berbagai penghargaan tingkat nasional. “Ketika kita dihargai, artinya kita sudah berada di jalur yang benar. Tapi jangan berhenti di sini, terus berusaha untuk kesejahteraan masyarakat,” pesannya.

Menutup arahannya, Neni mengingatkan pentingnya semangat kerja di tengah keterbatasan anggaran daerah. “Jangan patah semangat meskipun APBD terbatas. Maksimalkan sumber daya yang ada untuk kesejahteraan masyarakat. Saya berharap Pj Sekda yang baru dapat bekerja dengan integritas, profesionalitas, dan loyalitas tinggi,” tutupnya.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :