Samarinda, EKSPOSKALTIM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mendorong siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mengembangkan kemiri sunan sebagai sumber energi baru terbarukan (EBT).
"Misalkan kami di bidang SMK telah menginisiasi penanaman kemiri sunan, di mana minyaknya bisa menjadi bahan baku biodiesel," kata Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Kaltim, Surasa, dikutip dari ANTARA, Selasa (28/10).
Ia menjelaskan, SMK berperan dari hulu hingga hilir dalam mendukung transisi energi. Penanaman kemiri sunan menjadi langkah konkret sektor pendidikan dalam mendorong EBT. Namun proses hilirisasi hingga menjadi biodiesel, kata dia, tetap membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
"Diperlukan dukungan berbagai pihak, bukan hanya Dinas Pendidikan, tapi juga pelaku industri," ujarnya.
Kolaborasi itu penting agar langkah Disdikbud Kaltim berkelanjutan dan berdampak. Menurut Surasa, inisiatif ini bukan hanya menjaga lingkungan, tapi juga membuka peluang ekonomi berkesinambungan.
"Melalui biodiesel dari kemiri sunan, kita bisa berkontribusi langsung terhadap transisi energi," tambahnya.
Selain itu, penanaman pohon juga memberi manfaat iklim. “Pohon berumur panjang memiliki nilai ekonomi dari kemampuannya menghasilkan oksigen. Itu juga bagian dari menjaga transisi energi,” katanya.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Kaltim yang lama mendorong penghijauan. Namun di sisi lain, ia mengakui masih ada tantangan dalam menyiapkan tenaga kerja hijau karena minimnya klasifikasi jabatan green jobs.
Untuk menjawab tantangan itu, SMK Kaltim kini menyiapkan program mikro kredensial agar siswa memiliki keterampilan khusus sesuai kebutuhan industri.
“Kita harapkan anak-anak bisa fokus pada sub-bidang usaha tertentu,” jelas Surasa.
Konsep ini memungkinkan siswa menguasai kompetensi spesifik, misalnya keahlian baterai di industri motor listrik.
“Langkah ini kami yakini mampu menjembatani kebutuhan industri hijau yang dinamis dengan lulusan vokasi yang kompeten,” tutupnya.

