Bontang, EKSPOSKALTIM – Wacana Car Free Night (CFN) di Jalan Ahmad Yani pada Sabtu (23/8) batal. Terkendala rekomendasi rekayasa lalu lintas dari Polres Bontang.
Plt Kepala DKUMPP Bontang, Asdar Ibrahim, menyebut hingga Selasa pagi (19/8), surat rekomendasi belum juga keluar. “Kami ingin membangun Kota Bontang yang lebih hidup dan dinamis, salah satu upayanya ya dengan mewujudkan CFN ini,” ujarnya dalam konferensi pers.
Asdar menjelaskan CFN bukan sekadar pembatasan kendaraan di ruas jalan tertentu. Agenda ini disiapkan sebagai ruang publik dengan berbagai kegiatan. Mulai dari fun run, live music, fashion show, hingga zona kuliner.
Kabid DKUMPP Taqwin menegaskan CFN tidak dibatalkan sepenuhnya, melainkan ditunda. “Polisi tidak melarang tapi tidak juga memberi izin, makanya pak kadis bingung menjawab,” katanya.
Penundaan ini juga dipicu pro dan kontra dari masyarakat. Meski begitu, DKUMPP memastikan akan mencari lokasi alternatif agar UMKM yang sudah mendaftar tetap mendapat wadah berjualan. Sekadar tahu,
ada 462 usahawan yang mendaftar. Padahal, kouta yang disiapkan hanya 200-an.
“Kami ingin seluruh usaha mikro di Bontang punya tempat atau wadah untuk membantu perekonomian mereka,” jelas Asdar.
DKUMPP berharap semangat pedagang tidak surut. Pihaknya akan mencari solusi agar CFN bisa terlaksana dan memberi dampak nyata bagi warga.

