PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Pasar Sehari KKN 51, Wali Kota Bontang Ikut Menari dan Belanja UMKM

Home Berita Pasar Sehari Kkn 51, Wali ...

Pasar Sehari KKN 51, Wali Kota Bontang Ikut Menari dan Belanja UMKM
Wali Kota Bontang saat mengunjungi Pasar Satu Hari yang digelar mahasiswa KKN generasi 51 di rumah adat Tongkonan Toraja, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, Sabtu (16/8). Foto: Nabila

Bontang, EKSPOSKALTIM – Pasar Satu Hari yang digelar mahasiswa KKN generasi 51 di rumah adat Tongkonan Toraja, Kelurahan Kanaan, Bontang Barat, Sabtu (16/8), tak hanya menggerakkan ekonomi warga. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni ikut menari tarian adat Pangellu, belanja produk UMKM, hingga membagikannya kepada masyarakat.

Dalam 38 hari pengabdian, sepuluh mahasiswa KKN melaksanakan program berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dengan tema “Rasa, Karsa, Kanaan: UMKM Berkarya, Budaya Bicara, Warga Bersama”. Agenda ini dirancang untuk memperkuat UMKM sekaligus melestarikan budaya lokal.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita dapat mewujudkan semangat perjuangan para pahlawan melalui karya nyata di masyarakat,” ujar Neni. Ia menambahkan, “Insyaallah efek dominonya dapat membantu dan menambah penghasilan keluarga.”

Pemkot Bontang turut memberi subsidi harga kebutuhan pokok di pasar tersebut. Neni juga menyoroti kerajinan daur ulang plastik karya PKK RT 11 Kanaan. “Kreativitas yang sangat menakjubkan,” katanya usai membeli produk mereka.

Abilai (35), salah satu warga, menjelaskan satu pohon hias dari plastik daur ulang membutuhkan tujuh lembar plastik ukuran sedang atau lima lembar ukuran besar. Proses itu, katanya, dilakukan secara otodidak.

Neni menekankan, KKN 51 tidak sekadar berkunjung, melainkan melakukan pemetaan dan pelaporan ke pemerintah. “Makanya mereka melihat di sini UMKM-nya kurang, sehingga dilaksanakan kegiatan ini agar efek dominonya yang positif. Itu luar biasa banget ya,” jelasnya.

Seorang mahasiswa menyebut program mereka fokus pada UMKM sebagai bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan. “Agar dampaknya bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun ke depan. Sampai harapan Ibu untuk menjadikan Kelurahan Kanaan itu menjadi desa wisata tersampaikan,” ujarnya.

Neni meminta adanya pelatihan khusus bagi warga agar potensi lokal berkembang. Produk kerajinan diharapkan bisa menjadi oleh-oleh khas ketika kawasan itu resmi menjadi destinasi wisata. (*)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :