Samarinda, EKSPOSKALTIM – Polisi mengungkap motif pembunuhan yang dilakukan WD (24), seorang ayah yang menghabisi dua anak kandungnya di Sungai Kunjang, Jumat (25/7) petang.
"Motifnya adalah beban pikiran dan sakit hati tersangka terhadap istrinya karena masalah ekonomi," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar dalam konferensi pers, dikutip Rabu (30/7).
WD yang sudah beberapa bulan menganggur merasa tertekan secara finansial. Puncaknya, sang istri sempat mengutarakan niat kembali ke rumah orang tuanya dan meninggalkan anak-anak bersama suami.
"Hal ini memicu sakit hati dan tindakan nekat pelaku," ujar Hendri.
Dua korban, masing-masing MZ (4) dan MA (2), tewas dicekik di ruang tamu rumah. MA menjadi korban pertama. WD mencekik leher dan membekap mulut-hidung korban hingga tidak bergerak. Setelah memastikan anak bungsunya tak bernyawa, ia menggendong jasadnya ke kasur, lalu mengulangi tindakan kejam itu kepada anak sulungnya.
"Si pelaku mencekik leher korban dengan tangan kiri dan membekap mulutnya dengan tangan kanan," jelas Kapolresta.
Usai membunuh, tersangka membaringkan jasad kedua anaknya berdampingan di atas kasur, lalu menutupinya dengan kain sarung dan seprai.
Kasus ini terungkap setelah nenek pelaku, RM, datang ke rumah dan menemukan cucunya sudah tidak bernyawa. Saat ditanya, WD mengaku khilaf, lalu berusaha mencekik RM dari belakang. Namun, RM berhasil melawan dan meminta pertolongan warga.
Ibu kandung korban, MK, mengatakan rumah tangganya memang sering diliputi pertengkaran karena WD tidak memiliki pekerjaan tetap.
Tersangka kini ditahan di Mapolsek Sungai Kunjang. Ia dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, subsider Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dan Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
"Tersangka terancam hukuman maksimal penjara seumur hidup atau pidana mati," kata Hendri.

