Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang perlu ditangani secara serius, bukan sekadar khayalan atau imajinasi biasa.
“Halusinasi adalah pengalaman sensorik tanpa adanya rangsangan nyata, namun terasa sangat nyata bagi yang mengalaminya,” kata Dokter Rumah Sakit Jiwa Atma Husada Mahakam Samarinda, Astuti, dikutip Minggu (6/7).
Halusinasi sedianya bisa memengaruhi berbagai indra, seperti pendengaran, penglihatan, penciuman, peraba, hingga pengecap. Misalnya, mendengar suara tanpa sumber, melihat bayangan yang tidak ada, mencium bau aneh, merasa disentuh, atau mengecap rasa tanpa makanan.
Astuti menjelaskan kondisi ini dapat disebabkan oleh gangguan jiwa seperti skizofrenia, bipolar, dan depresi berat. Selain itu, penyalahgunaan zat psikoaktif, efek samping obat tertentu, serta penyakit seperti demensia, epilepsi, dan tumor otak juga bisa menjadi pemicunya. Kurang tidur, kelelahan ekstrem, stres, dan trauma psikologis turut berperan.
Ia menegaskan bahwa halusinasi berbeda dengan angan-angan normal. Jika sudah mengganggu aktivitas atau respons seseorang, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan untuk penanganan lebih lanjut.

