Kandangan, EKSPOSKALTIM – Penemuan jasad tanpa kepala di hutan sekitar Desa Muara Ulang, Loksado, menggegerkan warga Kalimantan Selatan. Hingga kini, kepala korban bernama Jumaidi (40) masih belum ditemukan.
"Sampai sekarang hanya organ kepalanya belum dapat, masih dalam pencarian," kata Kasi Humas Polres Hulu Sungai Selatan, AKP Purwadi, kepada EKSPOSKALTIM, Minggu (1/6) siang.
Purwadi menegaskan, tidak benar kabar yang menyebutkan organ dalam Jumaidi hilang.
"Untuk organ dalam masih utuh, tidak ada yang hilang," jelasnya.
Sementara pelaku pembunuhan masih dalam pengejaran.
"Pelaku masih dalam pencarian," tambahnya.
Warga Desa Muara Ulang, Kecamatan Loksado, dikejutkan oleh penemuan mayat pria tanpa kepala di tepi sungai pada Sabtu pagi (31/5).
Penemuan ini diduga berkaitan dengan bentrokan antar kelompok yang terjadi pada Jumat malam (30/5), sekitar pukul 23.00 WITA. Lokasinya di kawasan perbatasan antara Desa Muara Ulang (Kabupaten Hulu Sungai Selatan) dan Desa Kundan, Kecamatan Hantakan (Kabupaten Hulu Sungai Tengah). Perkelahian itu dipicu oleh sengketa tapal batas.
Seorang kerabat korban melihat perkelahian hanya berjarak sekitar tiga kilometer dari rumah mereka. Jumaidi, lengkap dengan mandau dan kumpangnya, sempat mendatangi lokasi, namun tak pernah kembali.
Sebilah mandau ditemukan masih menancap di tubuh Jumaidi yang penuh luka bacok dan tusuk.
"Paman saya dikeroyok oleh puluhan orang," ujarnya.
Jumaidi dikenal sebagai petani, mualaf, dan ayah dari tiga anak. Ia sosok pendiam yang aktif mengikuti majelis taklim dan kegiatan shalawat di wilayah HSS.
Dugaan bahwa korban tewas akibat dikeroyok diperkuat oleh hasil penyelidikan awal kepolisian.
"Pelaku diduga lebih dari satu orang," kata Purwadi.

