PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Asyik Rebahan di Akhir Pekan? Hati-Hati Dampaknya

Home Berita Asyik Rebahan Di Akhir Pe ...

Asyik Rebahan di Akhir Pekan? Hati-Hati Dampaknya
ILUSTRASI rebahan. Foto: umm.ac.id

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Rebahan di akhir pekan memang terasa menyenangkan, apalagi setelah melewati hari-hari kerja yang padat. Namun, kebiasaan berbaring terlalu lama tanpa aktivitas fisik justru bisa menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan tubuh dan mental jika dilakukan secara terus-menerus.

Gaya hidup sedentari, termasuk kebiasaan terlalu lama rebahan, berkontribusi terhadap risiko penyakit kronis seperti obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, bahkan stroke. Aktivitas fisik yang minim membuat kalori dalam tubuh tidak terbakar dengan baik, menyebabkan penumpukan lemak dan melemahnya otot.

“Jika tubuh jarang digerakkan, maka sirkulasi darah pun terganggu. Hal ini bisa menyebabkan tubuh terasa lebih lemas, mudah pegal, dan risiko terkena penyakit metabolik meningkat,” mengutip laporan yang dirilis Kompas TV, dikutip Minggu (11/5).

Selain itu, posisi rebahan yang tidak ergonomis dapat memicu gangguan postur tubuh, nyeri punggung, dan bahkan memperburuk kondisi mental seseorang akibat minimnya paparan sinar matahari dan interaksi sosial.

“Ketika tubuh terlalu sering rebahan, produksi hormon endorfin bisa berkurang. Ini berpengaruh terhadap mood dan tingkat energi sehari-hari,” demikian mengutip artikel milik Merdeka.com.

Kesimpulan

Rebahan berlebihan di siang hari juga kerap mengganggu ritme sirkadian tubuh. Ini menyebabkan gangguan tidur di malam hari, dan bila dibiarkan terus-menerus, dapat berkembang menjadi insomnia atau gangguan kualitas tidur lainnya.

Meski demikian, para pakar sepakat bahwa rebahan tetap sah-sah saja dilakukan, asalkan dibarengi dengan aktivitas fisik ringan. Jalan kaki, peregangan, hingga olahraga ringan seperti yoga atau senam bisa membantu menjaga kebugaran tubuh.

“Lakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, bahkan di akhir pekan,” tulis Kementerian Kesehatan dalam kampanye gaya hidup sehatnya. “Satu langkah kecil seperti bangun lebih pagi untuk jalan santai bisa berdampak besar bagi metabolisme tubuh.”

Rebahan sesekali boleh, terutama untuk memulihkan energi. Namun jika dilakukan seharian penuh tanpa aktivitas fisik, kebiasaan ini bisa membawa risiko kesehatan jangka panjang. Menjaga keseimbangan antara istirahat dan gerak tetap menjadi kunci utama untuk hidup sehat. 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :