EKSPOSKALTIM, Penajam — Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu malam menyebabkan banjir melanda Desa Bukit Subur, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Akibatnya, sebanyak 457 jiwa dari 141 kepala keluarga terdampak dan sebagian dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
“Banjir dipicu hujan berintensitas sedang hingga lebat yang terjadi sejak dini hari. Sebelumnya, BMKG Balikpapan sudah mengeluarkan peringatan dini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD PPU, M. Sukadi Kuncoro, Senin (21/4).
Banjir dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. BPBD menerima laporan pertama pukul 02.58 Wita. Setidaknya 9 RT terdampak. Yakni RT 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 09, dan 10.
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum ikut terendam. Termasuk tiga musala—Baiturrahim, Al-Muslimun, dan Al-Mutmainnah—serta dua unit posyandu.
Ketinggian muka air (TMA) bervariasi. Tergantung lokasi bangunan. Di halaman rumah, TMA berkisar antara 50 cm hingga 200 cm. Sementara di dalam rumah mencapai 50–100 cm. Meski begitu, kondisi air kini mulai berangsur surut.
Catatan BPBD, peringatan dini dari BMKG Balikpapan telah dikirim sebanyak tiga kali. Yakni pada Minggu (20/4) pukul 20.39 Wita dan 22.08 Wita, serta Senin (21/4) pukul 01.02 Wita. Peringatan tersebut menyebutkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Penajam.
Intensitas hujan yang tinggi tercatat terjadi dari pukul 21.30 Wita hingga 02.00 Wita, menyebabkan meluapnya sungai dan saluran drainase di sekitar permukiman warga.
Tim penanganan bencana terdiri dari berbagai unsur, termasuk personel BPBD, pemerintah desa, relawan Destana Bukit Subur, serta para ketua RT di wilayah terdampak. (Antara)

