EKSPOSKALTIM - Perubahan pola makan selama Ramadan sering memicu masalah pencernaan, seperti asam lambung, diare, dan sakit perut. Konsumsi makanan pedas, tinggi karbohidrat, dan gula secara berlebihan, serta kurangnya tidur, dapat memperburuk kondisi ini.
Menurut dr. Nur Aini Hanifah, SpPD, pola makan tidak seimbang saat sahur dan berbuka meningkatkan risiko gangguan seperti kembung, mual, heartburn, dan konstipasi. Oleh karena itu, menjaga pola makan sehat sangat penting untuk mencegah masalah pencernaan selama Ramadan.
Tips Mencegah Gangguan Pencernaan
- Konsumsi makanan tinggi serat: biji-bijian, sayuran, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
- Batasi asupan lemak dan gula berlebih untuk menjaga kesehatan pencernaan.
- Minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.
- Hindari makan berlebihan saat berbuka agar sistem pencernaan tidak terbebani.
- Lakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki selama 30 menit.
- Tidur cukup (7-8 jam per malam) untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal.
Makanan yang Dianjurkan dan Dihindari
Makanan yang Baik Dikonsumsi:
- Buah-buahan yang kaya air.
- Karbohidrat kompleks (nasi, kentang, roti gandum).
- Sumber protein sehat (daging tanpa lemak, ayam, telur).
- Makanan tinggi serat (sayuran hijau, oatmeal, kacang-kacangan).
- Makanan yang Harus Dihindari:
- Makanan tinggi gula (kue manis, minuman bersoda).
- Makanan berminyak dan gorengan.
- Makanan tinggi garam yang bisa memicu dehidrasi.
- Makanan cepat saji dan berpengawet.
Menjaga pola makan seimbang selama Ramadan, seperti dikutip dari Media Indonesia, dapat membantu tubuh tetap sehat dan bertenaga. Dengan pola makan yang tepat, gangguan pencernaan bisa dicegah sehingga ibadah puasa lebih lancar dan nyaman.

