EKSPOSKALTIM, JAKARTA - Di pedalaman Kalimantan Timur, Russel (60) dikenal sebagai tetua adat yang begitu menjaga tradisi Dayak Deah.
Meski begitu, ia tetap jenaka, sering melucu, dan mudah bergaul dengan semua usia, baik laki-laki maupun perempuan.
Suatu ketika untuk memecah keheningan, Russel tiba tiba membuat suara dengan mulutnya menyerupai kucing berkelahi.
"Sampai sampai kucing sama kucing berkelahi beneran. Jadi tertawalah orang semua,” kenang Warta Linus kerabat dekat mendiang Russel.
Russel adalah petani yang bergantung pada hasil alam untuk kehidupan sehari-hari. Saat berladang dan menanam padi, ia kerap mencari umbut — tumbuhan dengan rasa pahit yang digemari warga Dayak— untuk dijual.
Warga biasa memanggilnya 'Paman'. Pria paruh baya ini kerap menjadi penengah saat terjadi perselisihan antar keluarga. Tanpa memandang latar belakang atau agama, dia selalu menolong siapa saja yang membutuhkan.
"Tak pernah segan menolong siapa pun tanpa memandang latar mereka," cerita Warta.
Keterlibatannya dalam menolak hauling batu bara di atas jalan negara muncul dari kepeduliannya terhadap sesama. Melihat banyak korban berjatuhan, ia memilih untuk ikut berjuang meski harus menghadapi risiko besar.
"Pesan terakhirnya, agar kita selalu berhati-hati karena musuh yang dihadapi sangat kuat," jelas Warta.
Kehilangan Paman Russel masih dirasakan oleh banyak warga di Muara Kate. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong bagi mereka yang mengenal sosok yang selalu mengutamakan kebaikan, kesederhanaan, dan kesediaan menolong tanpa pamrih.
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan agar tidak rusak. Menurutnya, tanah sebaiknya tidak dijual ke perusahaan tambang karena kegiatan tambang dapat merusak alam.
Hal ini dapat menyulitkan warga untuk mendapatkan lahan bercocok tanam dan memengaruhi ketersediaan hewan buruan akibat hutan yang rusak.
"Agar tidak sulit mendapatkan lahan untuk bercocok tanam, bahkan hewan buruan sekarang semakin sulit karena hutan yang sudah gundul dan rusak," jelasnya.
Meskipun kehadirannya kini tak lagi dirasakan, warisan pemikiran dan pengaruhnya terus menjadi pijakan dalam menguatkan budaya dan persatuan di Muara Kate.
"Biarlah zaman semakin maju tapi adat dan budaya Dayak tetap bertahan itu kata almarhum yang sering saya dengar," kata Warta.
15 November 2024 lalu nyawa Russell dihabisi saat serangan sebelum fajar menimpa posko warga penolak hauling di Muara Kate. Sementara rekannya, Anson (55) kritis.
Hari ini tepat empat bulan sudah Russell berpulang. Pembunuh pria 60 tahun itu masih berkeliaran bebas, sementara polisi kesulitan mencari petunjuk.
Di tengah buramnya pengejaran terhadap pelaku, Kapolda Kaltim Irjen Nanang Avianto diganjar promosi. Ia diangkat menjadi Kapolda Jawa Timur.
Jabatannya kini diemban Brigjen Endar Priantoro, sosok yang dikenal sebagai mantan penyidik pemberantasan korupsi KPK.
Pergantian kepemimpinan di tubuh kepolisian daerah harusnya membawa asa baru bagi masyarakat dan menghadirkan keadilan untuk warga Muara Kate.

