PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Polisi soal Tragedi Muara Kate Dieksekusi Orang Terlatih

Home Berita Polisi Soal Tragedi Muara ...

Polisi soal Tragedi Muara Kate Dieksekusi Orang Terlatih
Sampai hari ini penyelesaian perkara tragedi Muara Kate masih gelap.

EKSPOSKALTIM, Paser - Eksekutor pembunuhan Russel (60) warga penolak hauling di Muara Kate, Paser, Kalimantan Timur diduga orang terlatih. Namun kepolisian membantah.

"Enggak sih [bukan orang terlatih]," kata Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol Kristiaji dalam wawancara cegat usai jumpa pers akhir tahun Polda Kaltim, Selasa 31 Desember 2024.  

Penyelidik, kata Kristiaji, masih kesulitan. Sebab informasi yang didapat sangat tertutup.

"Tak ada teknologi di sana. Di sana itu cuma 2G (jaringan seluler). Makanya kami kesulitan untuk tracing [melacak]," kata Kristiaji lagi.

Tak adanya saksi jadi kendala lain. Korban hidup, kata dia, bahkan tidak bisa mengenali sama sekali pelaku.

"Menyebutkan ciri-ciri saja tidak bisa, ini kesulitan kami," sambung Kristiaji.

Namun begitu, Kristiaji memastikan penyelidikan akan terus berlanjut.

"Enggak dong [dihentikan] ini [penyelidikan] akan terus berlanjut, kita tetap pasang informan di sana," ujarnya.

Saat kasus ini dikembangkan, polisi belum menemukan indikasi adanya tindak pidana korporasi.

"Pembunuhan biasa. Mungkin mereka berkelahi lalu kalah jumlah. Intinya informasi masih sangat tertutup," pungkasnya.

Kegelisahan terus dirasakan warga di Muara Kate. Mereka berharap agar kasus ini segera terungkap demi tegaknya keadilan dan mengurangi kedukaan warga.

Russel adalah pemangku adat Dayak Deah setempat. Ia merupakan motor penggerak warga menolak jalan negara jadi lintasan batu bara.

Jika Polres Paser tak mampu, warga berharap kasus ini dilimpahkan saja ke Polda Kaltim. Jika Polda juga tak mampu, mereka meminta sebaiknya perkara ditangani langsung Mabes Polri.

"Kami sangat tidak puasa dengan hasil kerja polisi. Warga mulai gelisah," kata perwakilan warga, Warta Linus, Rabu tadi pagi (1/1).

Sampai kapanpun, kata Russel, warga adat Muara Kate akan terus menolak jalan negara dijadikan lintasan batu bara.

15 Desember nanti, tepat dua bulan tragedi Muara Kate. Tak hanya menewaskan Russell, para penyerang bersenjata tajam yang menggunakan masker dan menumpangi mobil ini juga berhasil melukai Anson hingga kritis.

Meski para pelakunya masih misterius, tapi penyerangan ini berkait erat gerakan warga menolak aktivitas PT Mantimin Coal Mining (MCM) menggunakan jalan negara sebagai lintasan batu bara.

Sudah sebulan belakangan posko didirikan warga secara swadaya guna menghalau truk-truk pengangkut emas hitam dari Kalimantan Selatan.

Posko ini adalah wujud kegeraman warga. Akhir Oktober 2024, seorang pendeta bernama Veronika tewas tertindih truk batu bara yang tak kuat menanjak.

1 September sebelumnya, seorang ustaz muda bernama Teddy yang baru saja menikah juga tewas diduga menjadi korban tabrak lari truk batu bara.

Sejak akhir 2023, warga se-Batu Kajang - desa yang berjarak 135 kilometer dari Kate - sejatinya sudah memblokade truk batu bara. Tak mempan. Truk-truk ini bahkan nekat menerobos barikade warga.

Pembunuhan Russel diduga dilakukan oleh orang terlatih. Buktinya, tak ada jejak yang ditinggalkan, mereka juga mengenali siapa motor penggerak warga, hingga mengetahui momen penjagaan melonggar. Lebih dari itu, polisi kesulitan untuk melacak keberadaan mereka melalui telepon genggam.

Jaringan advokasi tambang (Jatam) mengamini dugaan warga jika PT MCM berhubungan dengan tragedi ini. Apalagi MCM merupakan satu-satunya perusahaan yang diketahui mengajukan izin lintasan batu bara ke Pemkab Paser.

 


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%100%
Sebelumnya :
Berikutnya :