EKSPOSKALTIM, Samarinda - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik mengklaim sejumlah area eks tambang batu bara telah direklamasi. Bahkan dimanfaatkan untuk lahan tani produktif.
"Beberapa perusahaan tambang mulai mengembangkan hilirisasi untuk menciptakan nilai tambah dari lahan bekas tambang tersebut," kata Akmal yang juga Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini, di Samarinda, Selasa (3/12).
Ada beberapa contoh, kata dia. Seperti halnya pengelolaan lahan eks tambang oleh perusahaan yang bersinergi dengan masyarakat setempat seperti di Kabupaten Kutai Kartanegara. "Yakni dengan menanam rumput odot sebagai pakan ternak," jelasnya.
Selanjutnya perkebunan kakao di Kabupaten Berau, perkebunan pisang di Kabupaten Kutai Timur, sawah di Kutai Kartanegara, bahkan SMK swasta di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
Di Samboja, pelajar dilibatkan dalam pengelolaan kebun jeruk seluas 19 hektare di area eks tambang. Program ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi sarana edukasi yang bermanfaat.
Akmal merasa perlu strategi khusus dalam pengelolaan reklamasi tambang dan transformasi agraris. Seperti sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam isu pengelolaan pertambangan.
"Yakni kewenangan daerah hanya untuk mengeksekusi kebijakan pusat," sambungnya.
Ia juga mendorong keterlibatan generasi muda dalam memanfaatkan lahan eks tambang untuk sektor agraris.
Sementara dari pemerintah mendorong gerakan bersama untuk memobilisasi anak muda mengelola agraris.
"Karena sektor ini sangat menjanjikan," sambungnya.
Akmal pun menekankan pentingnya perlindungan lahan pertanian dari ekspansi tambang untuk menjaga ketahanan pangan.
Sebab jika lahan pertanian produktif dijual dan dialihfungsikan, maka produksi pangan otomatis akan menurun.
Ia pun berharap Kaltim dapat memanfaatkan momentum kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk menjadi pemasok utama kebutuhan pangan.
Maka generasi muda Kaltim harus mengambil peran aktif dalam pembangunan berbasis agraris.
"Anak muda harus mengambil peran strategis ini. Provinsi Kaltim pun harus melakukan transformasi untuk mewujudkan ketahanan pangan. Tanpa transformasi, kita tidak akan menjadi tuan di daerah sendiri," katanya.

