EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana bekerjasama dengan perusahaan Australia terkait pengelolan sampah di Bontang. Bahkan perusahaan tersebut sudah melakukan kunjungan di Bontang terkait persiapannya.
“Kita sudah menyiapkan lahanya. Tinggal mereka aja lagi,” terang Wali Kota Bontang, Basari Rase, saat ditemui usai peresmian pengoperasian kapal pengangkut sampah laut Kawasan Bontang Kuala, di halaman parkir Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (18/11/2021).
Baca juga : Wawali Najirah Minta Orari Berperan Aktif Dalam Pembangunan Bontang
Basri Rase mengatakan, perusahaan tersebut sedang mencari parner dalam pengoperasiannya di Bontang. Mengingat nilai investasinya kurang lebih Rp100 Miliyar.
“Pola kerjanya mengajak pemerintah. Nah, kita kan tidak punya uang. Jadi kita hanya fasilitasi lahan saja,” paparnya.
Terkait kapasitas sampah yang akan diolah, kata dia, tergantung pembangunan pabriknya. Apakah berskala besar ataupun kecil. Dirinya pun menyebut, untuk sekarang skala kecil dulu.
“Sementara ukuran kecil dulu,” sebutnya.
Penunjukan kerjasama itu, kata Basri, karena mereka melihat potensi di Bontang di kelilingi perusahaan besar. Otomatis banyak sampah industri. Dengan begitu, hadirnya pengelolaan itu bisa jadi sentral. Mulai dari perusahaan Bontang, Marangkayu hingga Muara Badak.
“Potensi juga minyaknya itu bisa dibeli perusahaan,” terangya.
Baca juga : Komitmen Bebas Sampah, Wali Kota Basri Resmikan Kapal Pengangkut Sampah Laut
Dirinya pun yakin pabrik tersebut dapat dibangun. Telebih, yang mereka tanyakan ada semua di Bontang. Misal, listrik, air dan gasnya lengkap.
“Pemerintah siap. Kalau bisa lebih cepat lebih baik. Tapi tergantung merekalah,” pungkasnya.(Adv)

