PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

DPRD Kaltim Nilai Pemprov Tidak Transparan Dalam Seleksi Direksi Perusda

Home Berita Dprd Kaltim Nilai Pemprov ...

DPRD Kaltim Nilai Pemprov Tidak Transparan Dalam Seleksi Direksi Perusda
Wakil Ketua Komisi II Baharuddin Demmu. (int)

EKSPOSKALTIM.COM, Samarinda - Komisi II DPRD Kalimantan Timur mengundang Pemprov Kaltim guna membahas seleksi data calon Direksi Perusda Kaltim.

Wakil Ketua Komisi II Baharuddin Demmu mengungkapkan, pihaknya berharap untuk penyeleksian komisaris dan direksi Perusda ini bisa dipublikasikan secara terbuka. Alias tidak ada yang ditutup-tutupi.

Pria yang akrab disapa Bahar itu mengaku cukup kecewa karena saat pihaknya meminta Curriculum Vitae (CV) dari para kandidat saja, harus melalui izin kepada Sekretaris Daerah (Sekda) selaku koordinator.

"Saya bilang, seharusnya orang yang datang ke sini kan sudah dikasih mandat. Enggak perlu lagi lapor. Jadi kita tunggu 1-2 hari ini. Kalau tetap tidak diberikan, ya saya sebut rekrutmen ini tidak transparan sejak awal," ungkap Bahar kepada awak media.

Menurutnya, memperlihatkan CV para kandidat bukanlah sesuatu yang sulit. Bahar pun turut mempertanyakan mengapa CV itu tidak dipublikasikan. Seharusnya, tim seleksi (Timsel) mempublikasikan CV tersebut secara mandiri. Agar publik bisa menilai.

"Malah kalau teman-teman Komisi II mau dapat datanya, staf yang ke sana. Ini apa-apaan? Itu yang saya sebut tidak transparan. Apa sih yang susah kalau dibuka? Kan tidak ada hubungannya dengan mereka (Timsel).  Saya curiga kalau enggak mau dibuka ya ada hubungannya dengan mereka-mereka itu," lanjut Bahar.

Politisi dari Fraksi PAN itu menegaskan bahwa perihal Perusda sudah tidak boleh lagi dianggap main-main atau tidak transparan. Alias harus dibuka. Sehingga ke depan, para petinggi Perusda yang terpilih itu tidak lagi menjadi pejabat yang tidak transparan.

Bahkan Bahar menyebut, Timsel independen pun belum mendapatkan CV 55 kandidat yang sudah lulus tes administrasi dan kejiwaan. Diakui olehnya, hal tersebut sempat menjadi perdebatan.

"Komisi II tetap melakukan fungsinya sebagai pengawasan. Bagi Komisi II, karena menggunakan dana publik ya transparan lah kalau mau dianggap baik. Sudah bermasalah kok. Mau main apa lagi di Perusda?," beber Bahar.

Dia menyampaikan, Komisi II tidak ingin macam-macam. Justru ingin mengajak untuk membenahi semuanya. Agar fungsi Perusda demi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa terlaksana.

Ditemui di tempat yang sama, salah satu anggota tim Pansel yakni Nazrin mengungkapkan bahwa proses seleksi sudah sampai di tahap hasil penilaian assesment dan kejiwaan.

"Besok (hari ini) sesuai dengan jadwalnya kita bisa buka website, mereka menyerahkan dokumen untuk makalahnya. Kita berikan waktu. Tanggal 7-8 mungkin nanti ada tes," pungkas Nazrin singkat. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :