EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 di Bontang terus meningkat. Tak heran, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua pekan.
Tujuannya, untuk mencegah dan menekan angka terkonfirmasi penyakit mematikan tersebut. Tak ayal, banyak yang terkena dampak kebijakan tersebut.
Misalnya, para pecinta literasi yang ingin berkunjung di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bontang.
Baca juga : 11 Nama Tokoh di Bontang Diusulkan Penerima Vaksin Tahap Pertama
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Bontang, Retno Febriarianti mengatakan, sejak diberlakukannya PPKM mulai 18 hingga 31 Januari mendatang, pihaknya tidak melakukan layanan aktivitas membaca di perpustakaan dan peminjaman buku.
"Kemarin itu dapat arahan dari Bu Sekda, untuk layanan sementara tidak dilakukan dulu selama PPKM ini," ungkapnya saat dihubungi, Rabu (27/1/2021) pagi.
Saat ini, kata dia, hanya memberikan layanan pengembalian buku saja. Bahkan dalam pengembaliannnya, hanya ditaruh di atas meja.
“Nanti ada petugas yang mengurusnya," terangnya.
Selama 2020, Perpusda mencatat angka pengujung 27.030 orang. Rinciannya, Januari 7.955 pengunjung , Februari 11.611, Maret 4.980, April 0, Mei 0, Juni 149, Juli 401, Agustus 333, September 475, Oktober 396, November 445 dan Desember 285 pengunjung.
Baca juga : 3.840 Vaksin Sinovac Tiba di Bontang
"Jumlah kunjungan dihitung berdasarkan aplikasi," sebutnya.
Dalam pemberlakukan PPKM, Perpusda Bontang menyediakan buku digital atau E-book melalui aplikasi iBontang, bisa diunduh melalui Playstore ataupun Icloud.
"Kita sudah siapkan aplikasi bagi pengunjung. Jadi bisa diakses dari rumah," pungkasnya.

