EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Persoalan air bersih menjadi momok bagi masyarakat Bontang. Olehnya perlu penanganan serius untuk menyikapi hal itu.
Itu juga yang menjadi pertanyaan dalam debat publik kedua Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang pada Rabu (18/11/2020) malam tadi di Samarinda.
Baca juga : Debat Publik, Basri Rase Tawarkan Berbagai Solusi Atas Permasalahan Bontang
Pada sesi kedua, Calon Wakil Walikota Bontang nomor urut 1 Najirah diberikan pertanyaan dari amplop E oleh moderator debat Said Husein.
Pertanyaan itu terkait banyaknya aduan pelanggan menyangkut kebocoran sambungan rumah dengan total 202 selama tiga bulan terakhir.
Fenomena tersebut menunjukan pelayanan kepada masyarakat kurang maksimal.
Mengenai inovasi apa yang dilakukan agar pelayanan air bersih tidak menjadi keluhan masyarakat secara terus menerus. Najirah berjanji memberikan perhatian serius terkait ini.
Ia berjanji kedepannya masalah kebocoran pipa akan teratasi. Terlebih banyaknya keluhan tentang air kurang bersih, yang masih teraliri dengan kotoran.
Baca juga : Tekan Politik Uang di Pilkada Bontang, A'sri Bentuk Satgas Jaga Kampung
“Kedepan aliran pipa ini tidak ada lagi bocor. Karena selama ini, aliran yang didapatkan tidak memadai. Tidak bagus. Masih kurang jernih atau kotor. Dan ini keluhan masyarakat saat ini,” katanya.
Dengan adanya dana stimulant RT yang terdapat pada programnya, pembenahan aliran PDAM dengan dana tersebut bisa membantu mengawal aliran PDAM. Nah dari situ kata dia, bisa menghasilkan air yang berkualitas.

