EKSPOSKALTIM, Bontang - Banyak yang bilang bahwa secara fisik, perempuan lebih lemah dan sulit bersaing dengan laki-laki. Namun, pendapat itu tidak sepenuhnya benar. Tengoklah prestasi Siti Fatimah, dalam cabang yang sangat laki-laki ini yakni Panjat Tebing.
Fatimah menyabet juara 2 kompetensi Pra Pekan Olahraga Nasional (Prapon), untuk kategori Beregu di Kota Banjar Masin. Juara 2 kompetesi Boulder untuk kategori perorangan, dan terakhir di tahun 2015 Juara 1 kompetensi Boulder kategori Beregu mewakili Kalimantan Timur (Kaltim).
Wanita tangguh kelahiran Bontang 3 April 1996 silam ini mengaku, dirinya menyukai olahraga panjat tebing sejak ia masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD).
"Sudah lama sih saya menyukai olahraga ini, mulai dari kelas 4 SD. Kebetulan kakak saya juga seorang atlet panjat tebing. Awalnya saya cuma ikut-ikut saja, tidak tahu kenapa saya juga ikutan menyukai olahraga ini," katanya, saat ditemui dikediamanannya di jalan Balikpapan Karyamanunggal, Kelurahan Gunung Telihan, Selasa (5/7/2016).
Menurutnya, olahraga Panjat Tebing ini adalah Separuh hidupnya. Kata dia, berkat hobinya ini, dia mampu membuat bangga kedua orang tuanya.
"Panjat tebing ini separuh hidup sayalah. Gede di panjat tebing, dari yang lomba terus kalah hingga nangis menjerit, sampai cuman bisa elus dada. Usaha sampe kuat dan harus menang, dari yang minta duit orang tua, sampai udah bisa ngasih hadiah orang tua dari manjat. Dari yang cuman olahraga, tapi sekarang bisa menghasilkan dan membanggakan. Intinya, panjat tebing hobi yang dibayar," cetusnya.

