EKSPOSKALTIM, Bontang - Pembangunan Pelabuhan Loktuan masih dalam tahap angan-angan, karena status lahan yang masih belum jelas. Untuk itu, Walikota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan, pelabuhan yang saat ini mulai difungsikan kembali masih dalam kategori belum maksimal. Pasalnya, kapasitas dari lahan tersebut hanya mampu menampung 1 unit kapal penumpang.
"Memang pelabuhannya Kota Bontang masih belum dapat di banggakan. Ini saja sudah kita kejar-kejar target, supaya dapat difungsikan kembali sebelum hari Raya Idul Fitri. Alhamdulillah itu tercapai, meskipun tidak mampu memenuhi kuota penumpang yang membludak," kata Neni, saat ditemui belum lama ini di Pelabuhan Loktuan, Bontang Utara, Sabtu (2/7/2016).
Neni miliki alasan kuat mengapa pembagunan kapasitas pelabuhan Kota Bontang penting dilakukan. Salah satunya, menyangkut visinya yang ingin menjadikan Bontang sebagai kota maritim yang bertumpu pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang kreatif.
"Malu dong kita punya misi sebagai kota maritim tetapi tidak terbukti. Sedangkan memberangkatkan pemudik saja, hanya menggunakan satu kapal doang. Maka itu, pengembangan pelabuhan ini memang harus kita tegaskan," paparnya.
Neni juga mengungkapkan hanya satu perusahaan kapal yang bekerja sama dengan pihak Bontang yakni Queen Soya. Kapal ini hanya memiliki kurang lebih 1650 kapasitas per unitnya, sangat kurang untuk memenuhi permintaan pada momen ramadhan yang sangat meningkat.
"Berhubung sistem operasi pelabuhan ini kita tata kembali, kita memiliki kapasitas yang sangat terbatas. Untuk sekarang, hanya muat satu kapal untuk bersandar di dermaga kita. Hal ini sudah jelas, belum bisa kita harapkan untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) langsung dari sektor kelautannya.

