EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang berpesan kepada seluruh guru sekolah di Bontang, dalam melakukan pembelajaran daring agar memahami dan mengerti kondisi sosial di tengah pandemi Covid-19 saat ini.
Hal ini disampaikan Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang Saparudin, saat dihubungi via telepon, Rabu (5/8/2020).
Baca juga: Pertama di Indonesia, Loktuan Pasang 50 Titik Wifi Gratis Untuk Warga
Sapa (sapaan karibnya) mengatakan, ada enam poin yang harus diperhatikan dalam pembelajaran di tengah pandemic. Pertama, pilihlah cara daring yang paling efektif dan murah, sehingga tidak membebani siswa. Ketika tidak diperlukan video, maka paket teleconference tidak perlu digunakan.
Kedua, tidak semua materi diakhiri dengan tugas. Mengingat tidak semua siswa paham dengan sekali melihat saja. "Dan ingat, ini pelajaran, bukan tes," tegasnya.
Ketiga, jangan memasang target kurikulum terlalu tinggi, karena tidak semua siswa bisa mengikuti pembelajaran jarak jauh, tergantung situasi dan kondisi mereka.
Keempat, lanjut Sapa, tidak semua orang tua siswa berpendidikan tinggi, sehingga tidak semua orang tua bisa mendampingi anak dengan baik.
Baca juga: Nganggur, Pasutri di Bontang Nekat Garong Kedai
Kelima, tidak semua orang tua siswa berpenghasilan tinggi, sehingga tidak semua siswa punya akses dan perangkat yang memadai.
Keenam, berpijaklah di kaki orangtua murid, bukan di kaki guru, sehingga nanti sama-sama akan memahami permasalahan yang ada.
“Sehingga tidak saling memberatkan antara sekolah, guru, orang tua, peserta didik pada proses pembelajaran jarak jauh. Dengan begitu proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik,” jelasnya. (adv)

