EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemkot Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) berencana untuk menganggarkan biaya paket data selama pembelajaran jarak jauh (PJJ).
"Masih rencana untuk SD dan SMP saja. Masih dihitung anggarannya. Tetapi kalau TV lokal dari PAUD sampai SMA untuk mengatasi PJJ," jelas Kabid Dikdas Disdikbud Bontang, Saparudin, Kamis (23/07/2020).
Baca juga: Membanggakan, Bontang Baru Juara 1 Lomba Video di Festival Gembira Anak
PJJ yang diterapkan Maret lalu tak bisa dipungkiri kerap terjadi permasalahan dialami siswa-siswi. Pembelajaran secara daring itu mestinya mendapat perhatian serius dari Pemkot Bontang sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan belajar di rumah memang tak biasa. Hasilnya pun tak sama dengan tatap muka. Menurutnya, masalah siswa ini harus dicarikan solusi secepatnya.
Baca juga: Permudah PJJ, Disdikbud Bontang Gandeng TV Lokal Dalam Pembelajaran Siswa.
"Makanya, Pemkot Bontang berencana memberikan paket data kepada pelajar dari tingkat SD sampai SMA. Setiap siswa bakal dapat paket data senilai Rp 21 ribu tiap bulan," katanya.
Kebijakan itu diambil untuk mendukung sistem pembelajaran non tatap muka di sekolah alias online yang digagas pemerintah. Rencananya kebijakan tersebut diimplementasikan pada awal Agustus 2020 mendatang.
Paket data tersebut bakal diberikan kepada pelajar setiap bulan. Kebijakan tersebut berlaku selama pandemi Covid-19 belum hilang dari Kota Bontang. Disinggung terkait anggaran, Neni menyebut kebijakan tersebut menggunakan APBD Kota Bontang bidang pendidikan. (adv)

