PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Disdikbud Bontang Tegur Sekolah yang Gelar KBM Langsung

Home Berita Disdikbud Bontang Tegur S ...

Disdikbud Bontang Tegur Sekolah yang Gelar KBM Langsung
Kabid Dikdas Disdikbud Bontang, Saparuddin. (EKSPOSKaltim/Hermawan)

EKSPOSKALTIM.COM, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang memberikan teguran kepada salah satu SD Negeri di Bontang yang menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) langsung kepada siswa. Lantaran status kejadian luar biasa (KLB) Bontang belum dicabut. Bahkan saat ini, Bontang masuk zona kuning Covid-19 setelah beberapa waktu lalu 3 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdikbud Bontang, Saparudin, mengatakan pihaknya telah memanggil kepala sekolah yang memberikan belajar tatap muka tersebut. Pihaknya meminta penjelasan, dan memberikan teguran.

Baca juga: Legislator Bakhtiar Wakkang Tanggapi Kasus Prostitusi Online

“Kami sudah koordinasi. Hari ini kami mendatangi sekolah tersebut, dan meminta kepala sekolah untuk mengumpulkan guru-guru, untuk diberikan pemahaman terkait aturan yang ada,” kata saparuddin, Rabu (22/7/2020) pagi.

Dia bercerita, berdasar keterangan kepala sekolah di salah satu sekolah negeri di Bontang Utara itu, bahwa permintaan menggelar belajar mengajar tatap muka datang dari wali murid. Khususnya kelas 1-2. Alasannya, untuk kelas 1, banyak murid belum mampu baca, tulis, dan hitung (calistung) dengan baik. Sementara bila calistung dilakukan secara daring, dinilai tidak efektif. Baik murid, pun guru bakal kesulitan.

“Memang benar itu perlu. Tetapi di tengah pandemic ini dilarang melakukan pembelajaran tatap muka langsung.  Walaupun hanya 6 sampai 10 orang,” imbuhnya.

Dirinya menyampaikan, sebelumnya Disdikbud Bontang memang mengizinkan digelarnya masa pengenalan lingkungan sekolah. Namun digelar terbatas atau menggunakan sistem sif (bergiliran), dan wajib menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Sukses Salurkan Bansos, Lurah Gunung Elai : Kami Berdayakan Pelaku Usaha Sembako

”Coba itu dimanfaatkan dengan baik. Kalau kita mengejar dari kurikulum, tidak ada disebutkan dari aturan kementrian bahwa kurikulum harus tuntas,” terangnya.

Saparuddin menyebutkan, kurikulum itu ada beberapa mulai dari kurikulum ketuntasan kenaikan kelas, hingga kurikulum ketuntasan kelulusan. Namun Kementerian sudah mengeluarkan kebijakan tidak ada ketuntasan itu.

“Yang ada hanya berilah pelajaran yang bermakna bagi anak-anak, dan tidak memberatkan selama pandemic ini,” terangnya.(adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :