10 Juli 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Eropa Setujui Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Corona


Eropa Setujui Penggunaan Remdesivir untuk Pasien Corona
komite produk obat merekomendasikan obat remdesivir untuk mengobati COVID-19. (int)

EKSPOSKALTIM, Jakarta - Remdesivir, obat antivirus yang selama ini digunakan untuk mengobati pasien virus Corona kini telah mendapat persetujuan bersyarat oleh regulator perawatan kesehatan top Eropa. Obat ini disetujui sebagai obat Corona pertama yang direkomendasikan di benua tersebut.

European Medicines Agency (EMA) mengatakan, komite produk obat untuk penggunaan manusia (CHMP) telah merekomendasikan obat itu untuk mengobati COVID-19. Ini diberikan pada orang lanjut usia dan remaja di atas 12 tahun dengan pneumonia yang membutuhkan bantuan oksigen.

Baca juga: Kontraktor Kebut Pengecoran Jalan Selambai Bontang, Faisal: Kita Harap Selesai Bulan 8

"Remdesivir disetujui secara bersyarat yang biasa dilakukan dalam mekanisme untuk memenuhi kebutuhan medis yang belum terpenuhi. Ini termasuk dalam situasi darurat seperti pandemi ini," kata EMA yang dikutip dari Fox News, Jumat (26/6/2020).

"Persetujuan ini diharapkan bisa memenuhi ketersediaan obat untuk pasien Corona dengan risiko berat," lanjutnya.

Dengan adanya rekomendasi dari CHMP, pemerintah Eropa diharapkan bisa segera mempercepat proses pengambilan keputusan untuk memasarkan atau memperbolehkan dokter untuk meresepkan obat tersebut.

Baca juga: Aksi Solidaritas Jurnalis-Aktivis di Pengadilan Tinggi Kalsel: Diananta Tidak Sendiri

CEO Gilead, Daniel O'Day, dalam surat terbukanya berharap bisa menyediakan lebih dari dua juta yang akan diproduksi pada akhir tahun ini dan memproduksi hingga jutaan dosis obat pada 2021 mendatang. Selain itu, O'Day menambahkan saat ini remdesivir baru diberikan pada pasien melalui intravena.

Nantinya akan diuji kembali agar bisa digunakan dengan cara dihirup. Di awal bulan ini, hasil uji coba fase 3 dari remdesivir ini menunjukkan sebanyak 65 persen pasien yang terinfeksi COVID-19 mengalami peningkatan setelah 11 hari dirawat dengan obat tersebut.

Sebelumnya, obat antivirus remdesivir ini baru disetujui digunakan untuk mengobati pasien virus Corona di Jepang. Tetapi, Food and Drug Administration (FDA) AS menyetujui obat ini digunakan dalam keadaan darurat pada awal Mei lalu.

Reporter : sumber: detik.com    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0