PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Sebanyak 50 Warga Lansia Bontang Terima Santunan Rp 2,7 Juta

Home Berita Sebanyak 50 Warga Lansia ...

Sebanyak 50 Warga Lansia Bontang Terima Santunan Rp 2,7 Juta
Warga lanjut usia Kota Bontang menunjukkan santunan yang baru diterimanya.

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Warga lanjut usia (Lansia) di Kota Bontang mendapat santunan sebesar Rp2,7 dari progress lanjut usia, Kementerian Sosial melalui Yayasan Pandu Qolby.

Sebanyak 50 warga lansia di Bontang menerima bantuan tersebut, di mana acara penyerahannya di gelar di pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang.

Bantuan ini terdiri dari paket bantuan bertujuan Rp1,5 juta, terapi Rp350 ribu, perawatan sosial Rp350 ribu dan dukungan keluarga Rp500 ribu.

Kepala Dinas Sosial Kota Bontang Safa Muha mengatkan bantuan ini ditujukan kepada lansia sebagai jarring pengaman (social safety net) menghadapi situasi pandemi akibat Covid-19.

“Selain bansos progress LU untuk 50 lansia dari Kemensos, juga ada enam program lainnya untuk lansia, yakni, home care untuk 122 lansia di Tanjung Laut Indah dari APBD Bontang, bantuan kebutuhan dasar untuk 50 lansia dari Dinsos Kaltim, bansos terencana untuk 95 lansia dari Biro Kesra Prov Kaltim, Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk 370 lansia dari Kemsos RI dan bantuan social untuk 223 lansia dari Provinsi Kaltim,” kata Safa.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengapresiasi dan memberi penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua Yayasan Pandu Qolby, dan segenap pendamping lanjut usia, yang telah memfasilitasi kegiatan penyerahan bantuan social progress Lanjut usia, bagi 50 lansia.

Sementara itu, Kakek Sai berusia 82 tahun, yang hidup berdua dengan istrinya di Jl Tenis Bontang Utara ini mengatakan,sangat bahagia mendapat bantuan Rp2,7 juta. Terlihat tubuhnya tak lagi kuat, dan sesekali gemetar, Kake Sai tetap bersemangat mengambil bantuan Progress lanjut usia tersebut. Kakek Sai saat ini tidak lagi bekerja, dan hanya mengandalkan laris tidaknya warung nasi yang setiap hari dijual istrinya, di depan rumahnya.

Hal yang sama juga diakui Nenek Wadani (65). Walaupun usia sudah lanjut, Wadani merupakan buruh ikat kerupuk dan masih semangat bekerja, karena hidup sebatang kara.

“Alhamdulillah saya senang sekali dapat bantuan ini, karena sebagai buruh saya hanya dapat upah Rp500 ribu sebulan,” ucapnya lirih. (adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :