07 Desember 2019
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tuding Reformasi Dikorupsi, Lautan Mahasiswa Kepung DPRD Kaltim


Tuding Reformasi Dikorupsi, Lautan Mahasiswa Kepung DPRD Kaltim
Lautan mahasiswa kepung DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (23/9). (EKSPOSKaltim/Muslim)

EKSPOSKALTIM.com, Samarinda - Lautan mahasiswa dari berbagai almamater di Samarinda mengepung DPRD Kaltim, Senin (23/9). Aksi serentak di berbagai daerah ini reaksi atas pemerintah pusat dan DPR-RI yang tengah membahas RKUHP dan mengesahkan Revisi UU KPK.

Aksi dimulai dengan berjalan kaki dari Islamic Center Kaltim, sekira pukul 10.00 Wita. Tak pelak turunnya ratusan mahasiswa ini membuat Jalan Teuku Umar Samarinda lumpuh.

Baca juga: Beasiswa Kaltim Diluncurkan, Target 11 Ribu Pelajar

Mereka yang tergabung dari beragam almamater ini, mengatasnamakan diri Aliansi Kaltim Bersatu. Mereka menyuarakan telah "Reformasi Dikorupsi" atas revisi UU KPK dan RKUHP.

Ada tiga tuntutan dalam aksi ini yang pertama mendesak Presiden Joko Widodo secepatnya mengeluarkan Peraturan Pengganti Undang-undang (Perpu) terkait UU KPK.

Kedua, menolak segala revisi UU yang melemahkan demokrasi. Ketiga, menolak sistem kembali pada rezim Orde Baru.

“Kami menolak segala bentuk pelemahan terhadap KPK. Ada konspirasi dari pengesahan ini. Pengesahan RUU KPK menjadi UU tidak termasuk dalam program legislasi nasional (prolegnas) 2019, tapi pengesahan justru dikebut. Kami meminta presiden Jokowi segera terbitkan Perpu terkait UU KPK,” kata orator aksi, Sayid Ferhat Hasyim.

Dari pantauan media ini, massa sendiri berasal dari beberapa kampus, diantaranya Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Samarinda, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) dan Universitas Widyagama Mahakam.

Sedangkan elemen mahasiswa terdiri dari GMNI, HMI, KAMMI, GMKI dan PMII. Ada juga ormas dan LSM seperti, Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Kelompok Kerja (Pokja) 30.

Aparat kepolisian menurunkan sedikitnya enam kompi pasukan untuk menjaga aksi mahasiswa tersebut. Para personel pasukan ini yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto.

Aksi mahasiswa ini diterima oleh para Anggota DPRD Kaltim. Di antaranya, Rusman Yaqub dari PPP, Sigit Wibowo dari PAN, Martinus dari PDI Perjuangan, Syafruddin dari PKB, dan Masykur Sarmian dari PKS.

Mediasi dilakukan oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Vendra Riviyanto agar perwakilan unjuk rasa dapat beraudiensi di Gedung DPRD Kaltim. Diusulkan semula 10 perwakilan, namun pihak unjuk rasa menolaknya. Mereka meminta semua dizinkan untuk masuk ke dalam gedung DPRD Kaltim.

Kemudian, ditambah 15 perwakilan, namun pihak pengunjuk rasa tetap menolaknya. Mediasi pun deadlock, hingga akhirnya sekitar pukul 13.00 Wita, para wakil rakyat mendatangi para pengunjuk rasa di depan gedung DPRD Kaltim.

“Kami apresiasi aksi teman-teman mahasiswa. Bahwa saudara semua adalah pahlawan demokrasi. Saudara memiliki hak yang sama dengan kami untuk menyampaikan aspirasi dalam rangka membela dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” kata Anggota DPRD Kaltim, Masykur Sarmian mencoba menenangkan.

Baca juga: Gubernur Isran Instruksikan Kepala Daerah Atasi Dampak Karhutla

“Insyaallah apa yang menjadi tuntutan saudara akan kami sampaikan kepada pihak terkait, DPR RI dan pemerintah pusat,” sambungnya.

Namun, belum sampai menyelesaikan orasi, tak sampai 5 menit, para unjuk rasa mencoba menerobos brikade aparat keamanan di pagar kantor DPRD Kaltim. Saling dorong tak terelakkan terjadi, hingga berujung aksi lempar-lemparan batu dan botol dari arah pengunjuk rasa menuju aparat keamanan.

Polisi pun mengeluarkan gas air mata dan menurunkan mobil water canon untuk memaksa mundur. Dari pantauan media ini, beberapa mahasiswa terpaksa mendapat perawatan medis karena luka ringan dan berat.

Aksi pun berakhir menjelang Magrib pukul 18.00 Wita. Direncanakan aksi akan dilanjutkan esok hari. (*)

Reporter : Muslim Hidayat    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0