05 Desember 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Dewan Bontang Minta Pemerintah Tindak Tegas Pembakar Lahan


Dewan Bontang Minta Pemerintah Tindak Tegas Pembakar Lahan
Bakhtiar Wakkang (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kemarau panjang, tengah menghampiri wilayah Indonesia. Beberapa provinsi sedang berjuang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lahan gambut. Karhutla yang menyebabkan asap beracun berkumpul di atas, sangat berbahaya apabila dihisap terus menerus. Seperti di wilayah Pekanbaru, Riau udara di sana sudah masuk level berbahaya. Sama halnya dengan wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur.

Menanggapi hal itu, seharusnya pemerintah sudah mengeluarkan status kejadian luar biasa (KLB). Dimana, penanganan sudah harus terstruktur dan karhutla cepat bisa dikendalikan. Hal tersebut disampaikan politisi Partai Nasdem, Bakhtiar Wakkang. Anggota DPRD Bontang dua periode ini mengaku sebagai korban kabut asap. Mengingat dirinya hendak pulang ke Bontang, tetapi pesawat tak bisa landing di Bandara APT Pranoto Samarinda.

Baca juga: Wali Kota Bontang Gandeng Ulama Perangi Hoaks

“Pesawat dari Jakarta harus landing di Makassar, nunggu dulu penerbangan 5 jam kemudian terbang dan mendarat di Balikpapan, itu karena Bandara Samarinda tertutup kabut asap,” ungkap, BW—sapaannya--, saat dihubungi, Minggu (15/9/2019).

Menurutnya, karhutla yang terjadi di beberapa titik di Kaltim harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah. Aparat hukum, sebaiknya langsung menindak secara tegas oknum yang menyebabkan karhutla. Mengingat kabut asap yang menyelimuti wilayah Kaltim menimbulkan beberapa dampak kepada masyarakat.

“Banyak perusahaan yang rugi karena kabut asap ini, seperti maskapai penerbangan, serta lainnya. Kabut asap juga tak baik bagi masyarakat karena dapat menimbulkan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA),” bebernya.

Sekjen DPD Nasdem Bontang itu mengimbau kepada masyarakat Bontang khususnya, dan masyarakat Kaltim pada umumnya untuk tidak menggarap lahan dengan cara membakar lahan. Karena dampaknya bisa merugikan semua pihak.

Baca juga: Legislator Dapil Bontang Utara Dominasi Kursi Pimpinan DPRD Bontang

“Apalagi di Bontang, lahan pertanian tidak terlalu banyak, kalau mau menggarap lahan, sebaiknya dengan cara lain, jangan membakarnya. Karena sedang musim kemarau, api sulit padam, tapi cepat merembet ke wilayah lain,” terang BW.

Pemerintah juga sebaiknya menggelar salat Istisqa berjamaah untuk meminta hujan turun. Gubernur Kaltim juga harus segera mengeluarkan status KLB. BW juga meminta seluruh masyarakat di wilayah Kaltim bersatu untuk menolak karhutla dengan cara melaporkan jika melihat ada oknum yang dengan sengaja membakar lahan.

“Kalau melihat ada yang sengaja membakar, segera laporkan, baik itu pihak perusahaan, masyarakat, atau siapapun yang menimbulkan api,” ujarnya.(adv)

Reporter : Mga    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0