26 November 2020
  • PORTAL BERITA ONLINE
  • NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE
  • BERANI BEDA..!!
  • MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Wali Kota Bontang Gandeng Ulama Perangi Hoaks


Wali Kota Bontang Gandeng Ulama Perangi Hoaks
Wali Kota Neni (kanan) berbincang dengan salah satu mubalig di Auditorium Taman 3 Dimensi, Rabu (11/9). (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Bahaya penyebaran berita bohong atau hoax tak ubahnya seperti peredaran narkotik dan pornografi. Bila dibiarkan, berita hoax bisa membahayakan dan merugikan masyarakat.

Sadar dengan hal itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengajak para mubalig yang tergabung dalam Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKIDB) untuk memerangi berita bohong atau hoaks secara bersama-sama.

Selain itu Neni berpesan kepada para ulama agar selalu menjalin kerja sama dengan Pemkot Bontang untuk mengtasi permasalahan sosial yang terjadi di Masyarakat. Kehadiran Para Ulama dianggap perlu karena hanya para ulama yang secara aktif untuk memberi peringatan kepada masyarakat terutama dalam segi sosial.

Ini dia sampaikan kepada lembaga yang menaungi para mubalig yang ada di Kota Bontang tersebut pada kegiatan silaturahmi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang dalam rangka Tahun Baru Islam 1441 hijriah, di Auditorium Taman 3 Dimensi, Rabu (11/9).

"Satu yang harus menjadi perhatian, kita bersama-sama dalam menjaga silaturahmi antarsesama dan bersama-sama menangkal hoaks," ujar Neni.

Ajakan wali kota tentu saja sejalan dengan misi yang diemban para mubalig, yakni menjadi pembawa pesan-pesan kedamaian dan mengajak masyarakat untuk berbuat kebajikan.

Neni berpendapat, dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dibutuhkan peran semua pihak. Mubalig, adalah salah satu komponen bangsa yang mempunyai tanggung jawab untuk memastikan keamanan terjaga dengan baik.

Ia berharap muatan ceramah yang disampaikan para mubalig lebih menitikberatkan pada penguatan mental dan menumbuhkan keberanian masyarakat Kota Bontang dalam menangkal hoaks.

“Apalagi sebentar lagi masuk tahun politik dan Bontang juga akan menggelar pilkada. Riak-riak kecil di momen pilkada itu biasa. Karenanya, peran semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban sangat penting serta menghindari menyebar informasi yang sifatnya hoaks," jelasnya.

Selain hoaks, Neni juga mengimbau agar para tokoh masyarakat dan agama tak menunjukkan sikap atau pernyataan yang memancing kegaduhan lewat ujaran kebencian. “Agar jangan sampai kontestasi politik mengorbankan tali silaturahmi akibat ujaran kebencian dan hoaks. Semua ini tentunya dalam rangka menjaga situasi dan kondisi di Kota Taman agar tetap kondusif,” pesannya.

Namun, wali kota yang karib disapa Bunda ini yakin, jika Bontang akan terus damai dan tak akan terpecah lantaran hoaks. “Saya percaya mubalig di Bontang punya hati yang baik. Murni berdakwah untuk menyebarkan kebaikan. Karena saya meyakini, Bontang akan semakin maju, apabila ulama dan umarah (pemimpin) saling beriringan,” tukasnya.

“Saya titipkan masalah sosial kepada para ulama agar kita bersama-sama membuat Bontang bebas dari masalah tersebut,” sambung Neni

Diakhir sambutannya Neni berjanji kepada BKDIB untuk menaikkan insentif kepada para Ulama dari Rp 750 ribu menjadi Rp 1 juta di tahu depan, selain itu BKDIB juga akan diberikan mobil untuk digunakan sebagai kendaraan operasional para Ulama.

Sebagai informasi, silaturahmi antara Pemkot dan para mubalig ini turut dihadiri mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam, Ketua MUI Bontang Imam Hambali, Kepala Kemenag Bontang yang diwakili Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Ali Mustofa, perwakilan Kapolres Bontang, dan Ketua BKIDB M Amin Nur serta puluhan mubalig. (adv)

Reporter : Endar    Editor : Abdullah

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%


Comments

comments


Komentar: 0