PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Wali Kota Neni Minta Loktuan Serius Tangani DBD

Home Berita Wali Kota Neni Minta Lokt ...

Wali Kota Neni Minta Loktuan Serius Tangani DBD
Suasana Rakor Kewaspadaan Dini Kasus DBD yang dihelat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyoroti tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di 2 wilayah Kota Bontang, yakni Kelurahan Loktuan dan Tanjung Laut.

Ia kemudian mengimbau seluruh organisasi pemerintah daerah (OPD) terkait melakukan kerja sama, dan segera menyusun rencana strategis (Renstra) penanggulangan DBD di Bontang.

Hal itu disampaikannya dalam rapat Koordinasi (Rakor) Kewaspadaan Dini Kasus DBD yang dihelat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kamis (22/8/2019) pagi.

Selain itu, dia meminta dua kelurahan dengan kasus DBD tertinggi, khususnya Lok Tuan. Untuk semakin menggalakkan bersih-bersih lingkungan, misalnya melalui Jumat Bersih (Friday Clean). Pun ia meminta, agar fogging dijadwal rutin, dan abatisasi harus di kontrol. Tidak hanya diberi, tanpa ada pengawalan.

"Penebaran abate di masyarakat harus di kontrol. Jangan cuma dikasih, trus dibiarkan. Kemudian fogging itu saya minta dibuatkan jadwal yang jelas," pintanya

Dengan jumlah kasus penemuan DBD di Bontang sepanjang Januari-Juli sebanyak 500-an kasus. Ditambah jatuhnya 3 korban jiwa akibat DBD, dia menilai itu tidak bisa disalahkan pada masyarakat. Secara terbuka ia menyebut, Pemkot memang lengah.

Sementara itu, Wali Kota Neni ikut menyorot Kelurahan Lok Tuan. Lantaran penemuan kasus DBD di Kelurahan yang bersinggungan langsung dengan mega proyek PT Pupuk Kaltim itu terus mengalami pertumbuhan tiap bulannya.

Dari Januari-Juli 2019, total ada 75 kasus DBD ditemui. Dengan rincian, Januari 4 kasus; Februari 10; Maret 8; April 9; Mei 10; Juni 14; dan Juli 20 kasus. Dari seluruh penemuan kasus, seorang di Lok Tuan tercatat meregang nyawa akibat DBD.

Menanggapi sorotan Wali Kota Neni, Lurah Lok Tuan, M Takwin menjelaskan pihaknya segera mengambil tindakan agar kasus DBD di wilayahnya ditekan. Menjalankan perintah sebagaimana diamanatkan Wali Kota.

Namun dia mengakui, dengan total populasi di Lok Tuan sebanyak 24 ribu penduduk, itu cukup menyulitkan pihaknya mengendalikan DBD.

"Tapi itu enggak bisa dijadikan alasan," ungkapnya.

Dia kemudian berharap, OPD terkait yang dikomando Dinkes Bontang segera menyusun Standard Operating Procedure (SOP) induk terkait penangan DBD.

Kemudian imbauan soal bersih-bersih daerah, kata Takwin, pihaknya tak pernah lalai melakukan itu. Jumat Bersih rutin dilakukan per RT di Lok Tuan secara bergiliran. Pun Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) gencar dikampanyekan.

Kemudian untuk penebaran abate (abatisasi) di rumah-rumah warga. Dikatakan Lurah Takwin, itu sukar-sukar mudah dilakukan. Karena masih ada masyarakat yang menolak dilakukan penaburan abate.

"Kami (Kelurahan Lok Tuan) komit menggalakkan green day dan friday clean," tegas Lurah Takwin.(adv)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :