PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Webinar RMI Kaltim : Karena Covid-19 Pendidikan Indonesia Akhirnya Berinovasi

Home Berita Webinar Rmi Kaltim : Kare ...

Webinar RMI Kaltim : Karena Covid-19 Pendidikan Indonesia Akhirnya Berinovasi
Screenshot Webinar RMI Chapter Kaltim membahas problematika pendidikan dan semangat generasi muda millenial. (ist)

EKSPOSKALTIM.com, Bontang - Kondisi pandemi Covid-19, pemerintah pusat meminta untuk semua pembelajaran mulai dari tingkat sekolah dasar (SD), sampai perguruan tinggi menggunakan sistem daring (online) dari rumah masing-masing.

Rumah Millenial Indonesia (RMI) Chapter Kaltim membahas serius problematika pendidikan dan semangat generasi muda millenial dalam Webinar. Kali ini bersama Staf Khusus Presiden RI Billy Mambrasar, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dan staf khusus Menpora RI Alia Laksono, Minggu (17/5/2020).

Baca juga: Pemuka Agama dan Pemkot Bontang Sepakat Salat Ied di Rumah Saja

"Belakangan ini, muncul begitu banyak problematika dunia pendidikan ditengah pandemi Covid-19. Baik dari kesiapan sistem yang dimiliki oleh sekolah ataupun perguruan tinggi. Hingga pada kondisi kesiapan SDM baik pengajar ataupun pelajar dan mahasiswanya,” kata Direktur Wilayah RMI Chapter Kaltim Daniel Sihotang, dalam rilisnya yang diterima media ini, Senin (18/5) dini hari.

Era digital saat ini memang harusnya diuntungkan bagi generasi muda. Tapi, ternyata kondisi ini masih menjadi keterbatasan dari daerah pelosok, atau pedalaman yang memang masih jauh dari bayang-bayang digitalisasi.

Ternyata kondisi ini juga telah terfikirkan oleh Staf khusus Presiden RI Billi Mambrasar. Ia menilai, pembelajaran menggunakan sistem daring atau online dan menggunakan media televisi ini masih belum efektif.

Pasalnya, tidak semua orang memiliki internet ataupun listrik di daerahnya. Untuk itu, ia menilai pertemuan secara fisik yang paling efektif. Atau, dengan kondisi ini memaksa pemerintah untuk melakukan inovasi dalam dunia pendidikan.

“Dalam kondisi pandemi seperti ini, tidak ada pilihan lagi untuk mereka bisa kembali belajar. Pertemuan secara fisik tidak lagi dilakukan. Secara online pun mereka tidak bisa melakukan. Karena tidak ada fasilitas internet didaerah tersebut,” terangnya.

Kondisi ini yang masih menjadi bahan diskusi oleh pemerintah pusat. Karena kondisi pandemi ini juga, akhirnya sebagian pihak sadar kondisi pendidikan yang terjadi di Tanah Air. “Banyak yang harus dibenahi untuk pendidikan di Indonesia,” cetusnya.

Baca juga: Minim Perlengkapan, Pejaga Portal Guntung Butuh Tambahan Termometer Gun

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menambahkan, selain menggunakan internet dan televisi, proses pembelajaran dari rumah ini juga menggunakan radio. Karena, memang para petani atau daerah di pelosok banyak yang masih menggunakan media ini.

Disisi lain, ada hal positif yang didapatkan dari pandemi Covid-19 ini. Dunia pendidikan di Indonesia mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi yang ada untuk melakukan sistem belajar mengajar.

“Ini hal yang baik menurut saya. Kalau pandemi ini berakhir, kita tidak akan kembali lagi dengan mekanisme pembelajaran yang dulu. Akan dikolaborasikan kedua sistem ini,” pungkasnya.

Webinar yang dihadiri hingga 100 peserta ini sangat interaktif antara narasumber dan peserta hingga menempuh waktu 2 jam lebih. Dalam akhir webinar Alia Laksono memberikan semangat kepada seluruh peserta.

"Generasi muda harus terus maju, keep going on, jaga semangat kalian dalam mengejar prestasimu walaupun di tengah pandemi saat ini," pungkasnya.(*)


Editor : Abdullah
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :