EKSPOSKALTIM, Samarinda Banjir besar melanda Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Jumat (28/3). Merendam sembilan kampung di empat kecamatan dengan ketinggian air mencapai 1 hingga 3 meter.
Akibatnya, dua warga lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia. Mereka berdua ditemukan mengambang di tengah banjir. Diduga, tidak sempat menyelamatkan diri saat arus deras menerjang.
"Kami masih bersiaga di sejumlah titik untuk membantu evakuasi warga dan memastikan keselamatan mereka," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Nofian Hidayat, dikutip dari Kompas.
Terjangan air bah merendam ratusan rumah dan mengganggu aktivitas ribuan jiwa di Kampung Inaran, Bena Baru, Tumbit Dayak, Long Lanuk, Pegat Bukur, Tumbit Melayu, Labanan Makarti, Siduung Indah, dan Kampung Merasa. Akses jalan utama juga terputus akibat genangan tinggi, menyebabkan sejumlah warga terisolasi.
Menurut BMKG, banjir dipicu oleh bibit siklon tropis 96W di Samudra Pasifik timur Filipina, yang memicu belokan angin di Laut Sulawesi serta konvergensi di wilayah Berau. Kondisi ini diperkirakan akan memperparah curah hujan hingga 30 Maret 2025. Selain itu, kenaikan permukaan Sungai Kelay sejak Kamis dini hari turut memperburuk situasi, dengan ketinggian mencapai 20,49 meter di atas permukaan laut (MDPL) dan masih meningkat.
BPBD Berau mengimbau warga di sekitar aliran Sungai Kelay, Sungai Segah, dan Sungai Siduung untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan banjir susulan.

