KAMPUNG Sloklai menjadi bukti nyata masih adanya daerah yang terisolasi di kota maju, seperti Balikpapan.
Saat tim PKPU Human Initiative mengunjungi kampung di timur Kota Minyak ini, jalan berlumpur dengan sisi kiri dan kanan perbukitan yang curam, kerap ditemui.
Di musim hujan seperti sekarang akses jalan menjadi sangat sulit dilalui. Tanjakan serta turunan nan curam yang tentu tak mulus membahayakan setiap pengguna jalan.
Karena akses jalan yang tak memadai, makan waktu berjam-jam agar dapat melintas dengan selamat.
Saat malam tiba daerah ini gelap gulita mengingat akses listrik juga belum masuk. Sejatinya jarak dengan jalan utama kurang lebih hanya 7 kilometer dari perkampungan penduduk tepatnya di Rt 9, Kelurahan Lamaru.
Pertemuan dengan Pak Elsan Wibowo, Ketua Rt 9 Lamaru pun cukup unik. Berawal dari media sosial. Pak Elson panggilan akrabnya menghubungi PKPU Human Initiative untuk merekomendasikan daerahnya mengadakan kurban.
Karena kondisi kampung yang cukup terisolasi, kata dia, hampir tidak pernah ada bantuan daging kurban yang masuk di daerah tersebut.
Alhamdullillah tanggal 31 Agustus 2017 PKPU Human Initiative bersama Wiwid Setia Budi selaku donatur yang ingin menyalurkan kurban di daerah pelosok mengunjungi kampung tersebut.
Kedatangannya disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Tepat di momen Iduladha, kemarin (1/9), Kampung Soklai akhirnya bisa memotong hewan kurban untuk pertama kalinya.
Pak Elson pun merasa berterima kasih sekali kepada PKPU Human Initiative dan Wiwid Setia Budi.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa melaksanakan kurban, perjalanan yang luar biasa untuk mengantarkan hewan kurban dari jam 11 malam. Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada PKPU dan Pak Wiwid. Kami harap ini menjadi awal dari kerja sama semoga Allah membalas dari teman-teman," kata Elson.

