Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan warga pesisir Balikpapan untuk waspada terhadap potensi pasang laut tinggi yang diperkirakan mencapai 2,9 meter pada Sabtu, 27 Juli 2025. Kondisi ini berisiko menimbulkan banjir rob hingga merendam tambak warga.
“Pasang laut setinggi itu bisa menimbulkan berbagai dampak. Mulai dari mengancam keselamatan anak-anak, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga menyebabkan rob,” kata Diyan Novrida, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Sabtu (26/7).
BMKG mencatat, periode pasang laut tertinggi terjadi pada 21–31 Juli 2025, dengan puncaknya pada 27 Juli pukul 07.00 Wita setinggi 2,9 meter. Sementara surut terendah diperkirakan terjadi pada 28 Juli pukul 01.00 Wita dengan ketinggian hanya 0,3 meter.
Setidaknya ada empat wilayah pesisir yang perlu siaga terhadap dampak pasang surut ini, yaitu Kota Balikpapan, Samboja (Kutai Kartanegara), Penajam Paser Utara, dan Paser. Kawasan ini memiliki tambak perikanan aktif yang rentan terdampak, terutama budidaya udang, ikan, dan kepiting.
“Pasang laut juga bisa mengganggu bongkar muat di pelabuhan, aktivitas sosial masyarakat di pesisir, hingga air laut yang masuk ke permukiman warga. Anak-anak yang bermain di sekitar pantai juga berisiko terdampak,” jelas Diyan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah pesisir lain di Kalimantan Timur. Di muara Sungai Mahakam dan Pulau Nubi, misalnya, pasang tertinggi diprediksi terjadi pada 26 dan 27 Juli dengan ketinggian 2,8 meter sekitar pukul 07.00–08.00 Wita. Adapun surut terendah di kawasan ini diperkirakan 0,4 meter pada 26–28 Juli pukul 14.00–15.00 Wita.
Sementara di Teluk Sangkulirang, Kutai Timur, pasang laut tertinggi diperkirakan terjadi pada 27 Juli pukul 07.00 Wita dengan ketinggian 2,5 meter, dan surut terendah 0,3 meter pada 28 Juli pukul 01.00 Wita.

