EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta seluruh pihak memastikan tidak ada anak putus sekolah di Bontang.
Menurutnya, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi bersama oleh pemerintah, sekolah hingga lingkungan masyarakat.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bontang telah menyiapkan berbagai fasilitas pendidikan gratis untuk membantu masyarakat, mulai dari bantuan seragam sekolah, sepatu hingga buku pelajaran.
“Dengan fasilitas pendidikan yang serba gratis, baju, sepatu, buku gratis, seharusnya tidak boleh ada anak yang tidak bersekolah di Kota Bontang,” tegasnya, Selasa (2/6/2026).
Karena itu, Ia berharap, tidak ada lagi alasan bagi anak-anak di Bontang, untuk tidak mengenyam pendidikan.
Neni mengatakan, upaya mencegah anak putus sekolah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) semata.
Seluruh unsur pemerintahan hingga masyarakat harus ikut terlibat aktif, melakukan pengawasan dan pendampingan di lingkungan masing-masing.
Ia meminta pengawas sekolah, lurah, camat, pengurus PKK hingga Bunda PAUD melakukan jemput bola apabila menemukan anak yang tidak bersekolah atau berpotensi putus sekolah.
Keterlibatan aparatur di tingkat kelurahan dan RT, sangat penting karena mereka dinilai paling mengetahui kondisi sosial masyarakat di wilayahnya masing-masing.
“Berikan ruang yang sebesar-besarnya, jemput bola kita. Ibu-ibu lurah, ibu-ibu ketua PKK, ibu-ibu Bunda PAUD tahu kondisi anak-anak di wilayahnya,” ujarnya.
Neni menilai, kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci untuk menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan dan sosial di daerah. Ia pun mengapresiasi gerakan aktif camat, lurah,
PKK hingga Bunda PAUD yang selama ini ikut mendukung program pemerintah di bidang pendidikan dan perlindungan anak.
Selain itu, ia meminta Disdikbud Kota Bontang menyampaikan laporan resmi terkait angka partisipasi sekolah di daerah, khususnya pada jenjang sekolah dasar.
“Data tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi riil anak usia sekolah di Kota Bontang,” sambungnya.
Ia juga ingin memastikan, tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan, terutama pada usia sekolah dasar yang menjadi pondasi pembentukan karakter dan kemampuan dasar anak.
“Yang kita inginkan adalah semua anak mendapatkan haknya untuk sekolah dan tumbuh berkembang dengan baik,” tandasnya.

