EKSPOSKALTIM.COM, Bontang - Pemerintah Kota Bontang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang menyalurkan 447 paket sembako Ramadan kepada tenaga kebersihan di lingkungan pemerintah daerah.
Bantuan tersebut diberikan kepada petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka menjaga kebersihan kota.
Penyerahan paket sembako dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Kepala DLH Heru Tri Admojo serta perwakilan Dinas Perkim di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Rabu (4/3/2026) pagi.
Ketua BAZNAS Kota Bontang, Kuba Siga, menjelaskan bahwa setiap penerima mendapatkan paket sembako senilai Rp300 ribu. Dari total penerima, sebanyak 352 orang berasal dari DLH dan 95 orang dari tenaga kebersihan pemakaman di bawah Dinas Perkim.
“Untuk nilai bantuannya sebesar Rp300 ribu dalam bentuk paket sembako. Dari Dinas Lingkungan Hidup sebanyak 352 orang dan dari Perkim 95 orang,” ujarnya.
Kuba juga menyampaikan bahwa secara keseluruhan BAZNAS Bontang menyiapkan 7.548 paket sembako sepanjang tahun ini dengan total nilai lebih dari Rp2 miliar yang disalurkan kepada para mustahik di Kota Bontang.
“Terima kasih kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bontang yang konsisten menyalurkan zakat melalui Baznas,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi kepada para tenaga kebersihan yang setiap hari bekerja menjaga kebersihan kota.
Ia menyebut para petugas kebersihan sebagai “pasukan kuning, hijau, dan oren” yang bekerja sejak dini hari demi memastikan lingkungan kota tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat.
“Dedikasi dan jasa bapak ibu semua luar biasa. Kota ini bersih karena kerja keras yang sering kali tak terlihat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Neni juga mengajak masyarakat untuk turut bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah di lingkungannya masing-masing.
Menurutnya, menjaga kebersihan bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga kota.
Selain itu, ia menyampaikan bahwa zakat yang dihimpun dari aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, termasuk potongan 2,5 persen gaji pejabat dan pegawai, pada tahun lalu mencapai sekitar Rp8 miliar.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada delapan golongan asnaf yang berhak menerima.
“Semoga dengan zakat, infak, dan sedekah yang kita salurkan, kota ini selalu dalam perlindungan Allah SWT,” tuturnya.

