PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Waktu Mepet, Bahlil Gagas Kantor Bersama Dirjen: Ayo Gas sampai Malam!!

Home Berita Waktu Mepet, Bahlil Gagas ...

Waktu Mepet, Bahlil Gagas Kantor Bersama Dirjen: Ayo Gas sampai Malam!!
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia resmi dilantik Jokowi, Senin (19/8). Foto: CNN

EKSPOSKALTIM, JAKARTA - Tata kelola minyak dan gas (migas) bumi jadi konsen Menteri ESDM baru, Bahlil Lahadalia. Masa kerja kabinet Indonesia Maju tersisa dua bulan lagi.

"Saya hanya fokus pada sisa waktu ini, perintah Presiden Joko Widodo dan perintah presiden terpilih Prabowo, adalah optimalisasi peningkatan lifting minyak kita," katanya seusai serah terima jabatan dengan mantan Menteri ESDM Arifin Tasrif, Senin (19/8).

Sebelum dilantik, Bahlil mengaku sudah sowan ke Prabowo maupun Jokowi. Arahan keduanya, adalah melanjutkan kerja-kerja Tasrif.  Khususnya dalam optimalisasi sumur-sumur minyak.

Bahlil kemudian menekankan Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati. Ia meminta Nicke untuk segera melakukan pembicaraan mendetail.

"Jadi Dirut Pertamina, ini kita harus bicara detail, karena lifting kita turun-turun terus, konsumsi naik, impor terus, barang kita ada," ucap mantan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) itu.

Bahlil juga menyoroti persoalan regulasi yang dianggap sebagai hambatan dalam peningkatan lifting minyak.

Jika regulasi memang menjadi penghambat, maka perubahan harus segera dilakukan agar Indonesia bisa lebih kompetitif di pasar internasional.

"Kalau memang itu persoalannya ada di regulasi, apanya yang harus kita rubah, apa yang harus negara berikan agar kita kompetitif," tegasnya.

Bahlil kemudian mengeluhkan impor gas yang dianggap terlalu tinggi. Ia menegaskan pentingnya pembangunan hilirisasi elpiji. Itu sesuai arahan dari Presiden Jokowi dan maupun presiden terpilih Prabowo Subianto.

Bahlil juga meminta agar harga elpiji dalam negeri tidak terlalu jauh lebih murah dibandingkan impor. Sebab ini memberikan celah bagi masuknya impor secara berlebihan.

Bahlil pun berencana mengajak Pertamina dan para dirjen terkait untuk duduk bersama. Guna membahas masalah itu secara mendetail. Ia menginginkan agar perbedaan harga yang signifikan antara elpiji dalam negeri dan impor dapat diminimalisir.

"Jadi Pertamina nanti kita duduk bareng, jangan selisih harganya sampai 50 dolar AS, 60 dolar AS, itu berarti memberikan ruang impor yang masuk terlalu banyak itu," tuturnya.

Bahlil juga berjanji untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan di era Arifin Tasrif. Namun juga siap untuk melakukan perbaikan sebagai pembeda. 

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap langkah yang diambil untuk memastikan bahwa perbaikan bisa dilakukan secara menyeluruh.

Bahlil menyadari bahwa waktu yang dimilikinya sangat terbatas. Sehingga ia meminta kepada seluruh direktur jenderal untuk bekerja lebih keras dan efektif.

Ia bahkan mengusulkan agar para Dirjen berkantor bersama dan mengadakan rapat hingga malam untuk mempercepat penyelesaian masalah yang ada.

"Dan untuk Dirjen-Dirjen, karena waktunya cuma dua bulan saya umumkan juga mulai hari ini kalau boleh berkantor, jangan di kantor masing masing, cari ruangan dirjen dan kita rapat sampai malam di sini, karena untuk memitigasi persoalan ini agar bisa melakukan percepatan," katanya.

Bahlil juga menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari semua pihak dalam melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh mantan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Menurutnya, semangat dan roh dari kepemimpinan Arifin harus tetap dipegang teguh hingga Oktober 2024.

Namun, Bahlil mengingatkan bahwa meskipun dirinya hanya memiliki waktu singkat, semua pekerjaan harus dilakukan dengan fokus dan tanpa gangguan dari gerakan-gerakan di luar aturan.

"Saya mohon jangan ada gerakan tambahan lain di luar aturan," kata Bahlil. (Ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :