PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Viral Influencer Ingin Tunda Menopause Sampai 60 Tahun, Mungkinkah?

Home Berita Viral Influencer Ingin Tu ...

Wanita yang menopause lebih lambat disebut lebih rendah risiko penyakit jantung dan osteoporosis, bahkan hidup lebih lama. Tren menunda menopause pun viral, dari influencer yang targetkan menopause di usia 60 tahun hingga ramainya diskusi di Reddit. Benarkah bisa ditunda? Berikut ulasannya dikutip dari laman Health.


Viral Influencer Ingin Tunda Menopause Sampai 60 Tahun, Mungkinkah?
Memiliki gaya hidup sehat, termasuk berolahraga secara teratur, dapat memengaruhi waktu terjadinya menopause. (ilustrasi foto: National Institute on Aging)

EKSPOSKALTIM, Kesehatan - Wanita yang mengalami menopause di usia lebih lanjut cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit jantung dan osteoporosis, dan rata-rata hidup lebih lama.

Hubungan ini memicu pertanyaan provokatif: Jika menopause lambat dikaitkan dengan penuaan sehat, mungkinkah menundanya sejak awal?

Influencer longevity, Kayla Barnes-Lentz (pertengahan 30-an), baru-baru ini bercerita kepada Business Insider tentang upayanya menunda menopause hingga usia 60 tahun lewat gaya hidup sehat dan perawatan eksperimental.

Sementara di Reddit, pengguna bertanya-tanya apakah kebiasaan atau produk tertentu bisa mencegah berhentinya menstruasi permanen.
Jadi, bagaimana risetnya? Apakah menunda menopause benar-benar mungkin?

Mengapa Menunda Menopause Jadi Perhatian?

Meski bisa memperpanjang kesempatan punya anak, isu ini menarik perhatian bukan hanya soal kehamilan.

"Saya pikir salah satu kesalahpahaman terbesar seputar menopause adalah bahwa itu hanya masalah kesuburan," kata Berenice Benayoun, PhD, profesor gerontologi di USC Leonard Davis School.

Padahal, waktu menopause terkait erat dengan kesehatan menyeluruh. Saat perimenopause dan menopause, ovarium mengurangi produksi estrogen dan progesteron yang punya fungsi pelindung di tubuh.

Penurunan hormon ini berkontribusi pada penyakit jantung, stroke, dan osteoporosis.

Peran hormon inilah yang menjelaskan mengapa menopause lebih lambat dikaitkan dengan risiko lebih rendah dan harapan hidup lebih panjang.

Faktor yang Memengaruhi Waktu Menopause

Hingga kini belum ada strategi terbukti bisa menunda menopause.

Namun peneliti mengidentifikasi sejumlah faktor. Yang terbesar dan tak bisa diubah: genetika.

"Usia menopause seorang ibu sangat berkorelasi dengan usia menopause putrinya," kata Kara Goldman, MD, ahli endokrinologi reproduksi di Northwestern University.

Faktor lingkungan seperti paparan kemoterapi dan pengalaman buruk masa kecil juga bisa mempercepat penuaan ovarium.

Beberapa faktor bisa dikendalikan, seperti diet Mediterania dan olahraga teratur. Meski belum terbukti menunda, perilaku ini dikaitkan dengan risiko menopause dini lebih rendah karena mendukung kesehatan metabolisme.

Seperti dijelaskan Goldman, kesehatan metabolisme buruk dapat meningkatkan aktivasi jalur mTOR (mammalian target of rapamycin) yang terlibat dalam pertumbuhan dan reproduksi.

Aktivitas mTOR tinggi bisa menyebabkan hilangnya folikel ovarium dan mempercepat penuaan. Sebaliknya, kebiasaan sehat mengurangi aktivitas itu.

Merokok adalah faktor utama lain. "Wanita yang merokok harus memahami bahwa, tentu saja, hal itu meningkatkan risiko pada setiap bagian tubuh mereka, tetapi khususnya pada ovarium mereka," kata Goldman.

Bagaimana dengan Opsi Eksperimental?

Beberapa perawatan trendi dipromosikan bisa menunda menopause, tapi minim dukungan ilmiah.

Yang paling menjanjikan adalah rapamycin, obat penghambat jalur mTOR yang terbukti melindungi penuaan ovarium pada tikus.

Peneliti sedang menguji pada manusia, tapi masih tahap awal, terlalu dini untuk diresepkan.

Selain rapamycin, Barnes-Lentz mengaku mencoba terapi cahaya merah dan terapi oksigen hiperbarik. Namun Goldman menyebut tidak ada bukti kuat strategi itu memengaruhi waktu menopause, bahkan ada risiko keamanan.

"Saya tidak ingin seseorang menghabiskan uang dan waktu serta berpotensi mempertaruhkan kesehatan mereka jika kita tidak memiliki data untuk mendukung penggunaan mereka," kata Goldman.

Mengalihkan Fokus

Alih-alih menunda menopause, ahli merekomendasikan fokus mengurangi risiko kesehatan yang muncul di fase ini.

Juliana Kling, MD, MPH, dari Mayo Clinic Arizona, menyebut kunci utamanya hindari makanan olahan dan alkohol, kelola stres, dan cukup tidur.

Beberapa wanita juga bisa mendapat manfaat terapi penggantian hormon (HRT) berupa pil atau plester yang menggantikan estrogen dan progesteron.

"Ini sebenarnya cara terbaik untuk memperlancar transisi dan juga mengurangi efek negatif menopause terhadap kesehatan," kata Benayoun.

"Menopause adalah fenomena alami," kata Kling. Bahkan jika ilmuwan menemukan cara menundanya sedikit, wanita tetap akan mengalaminya. Karena itu penting memiliki alat untuk memudahkan transisi tersebut.


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :