PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Bayi Tampak Sehat Saat Lahir, Penyakit Jantung Bawaan Bisa Baru Terlihat

Home Berita Bayi Tampak Sehat Saat La ...

Bayi yang cepat lelah saat menyusu, bernapas lebih cepat, atau sulit naik berat badan perlu diwaspadai.


Bayi Tampak Sehat Saat Lahir, Penyakit Jantung Bawaan Bisa Baru Terlihat
Bayi yang tampak sehat saat lahir belum tentu bebas dari kelainan jantung. Foto: Istimewa

EKSPOSKALTIM – Penyakit jantung bawaan (PJB) pada bayi tidak selalu menunjukkan gejala sejak lahir. Dalam sejumlah kasus, tanda-tandanya baru terlihat beberapa minggu atau bulan kemudian, ketika kebutuhan oksigen tubuh meningkat.

Konsultan jantung anak, Dr Anisa Rahmadhany, mengatakan orang tua perlu mewaspadai perubahan kondisi bayi, terutama jika bayi lebih cepat lelah saat menyusu, bernapas lebih cepat, atau sulit mengalami kenaikan berat badan sesuai usianya.

“Pada beberapa kasus, gejala penyakit jantung bawaan dapat terlihat sejak bayi dilahirkan. Namun beberapa gejala perlu diwaspadai apalagi jika terjadi secara berulang dan disertai keluhan lain, kondisi tersebut perlu mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut,” katanya dalam keterangannya di Tangerang, Sabtu.

Di Indonesia, diperkirakan sekitar 50.000 bayi lahir dengan penyakit jantung bawaan setiap tahun. PJB merupakan kelainan pada struktur jantung atau pembuluh darah besar yang terbentuk selama perkembangan janin.

Bentuk kelainannya beragam, mulai dari lubang pada sekat jantung, gangguan katup, hingga kelainan susunan pembuluh darah besar. Karena jenis dan tingkat keparahannya berbeda-beda, gejala yang muncul pada setiap bayi juga tidak selalu sama.

Sebagian bayi mengalami gangguan sirkulasi darah berat sejak lahir. Namun, bayi lainnya dapat terlihat sehat selama beberapa waktu sebelum gejalanya muncul.

Orang tua perlu memperhatikan tanda lain, seperti bayi sering berhenti menyusu untuk mengambil napas, berkeringat berlebihan saat menyusu, atau mengalami perubahan warna kulit.

“Meski demikian, tanda-tanda tersebut tidak selalu menunjukkan penyakit jantung bawaan. Pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat,” ujar Anisa dari BraveHeart Cardiovascular Center Brawijaya Hospital Saharjo.

Skor Apgar Normal Bukan Jaminan

Bayi yang menangis kuat saat lahir dan memiliki skor Apgar normal belum tentu terbebas dari penyakit jantung bawaan. Skor Apgar digunakan untuk menilai kondisi umum bayi pada menit-menit pertama setelah kelahiran, bukan untuk mendeteksi kelainan struktur jantung.

Anisa menjelaskan, salah satu metode skrining yang dapat digunakan adalah pengukuran saturasi oksigen menggunakan pulse oximeter pada tangan kanan dan salah satu kaki bayi. Pemeriksaan ini dapat membantu mendeteksi penyakit jantung bawaan kritis.

Jika hasil skrining tidak normal atau dokter mencurigai adanya kelainan, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk ekokardiografi atau USG jantung.

“Bila terdeteksi dan ditangani sejak dini, sebagian besar anak dengan kelainan jantung bawaan kini dapat tumbuh dan menjalani kehidupan yang jauh lebih baik dibanding generasi sebelumnya,” ujarnya.

Orang tua perlu segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan apabila mengalami kesulitan bernapas, bibir atau lidah membiru, atau menunjukkan penurunan kondisi umum. Napas cepat yang menetap, kesulitan menyusu, dan kenaikan berat badan yang tidak optimal juga perlu dievaluasi dokter. (ant)


Editor : Maulana

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :