EKSPOSKALTIM, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhidin, angkat bicara soal maraknya truk batu bara yang melintas di jalan umum. Ia mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam.
"Kalau warga melihat masih ada hauling, tolong viralkan!" tegas Muhidin di hadapan wartawan, didampingi Kapolda Kalsel, Irjen Rosyanto Yudha, di Gedung DPRD Kalsel, baru tadi.
Seruan itu disampaikan menyusul aksi demonstrasi warga Hulu Sungai yang berlangsung di DPRD Kalsel, Kamis 17 April. Demo digelar sebagai bentuk protes terhadap aktivitas hauling batu bara ilegal dan solidaritas atas tragedi Muara Kate — kasus pembunuhan terhadap warga yang menolak hauling lima bulan lalu. Hingga kini, pelakunya belum juga ditangkap.
Truk-truk hauling masih nekat beroperasi, bermain kucing-kucingan dengan warga. Padahal, sudah tiga nyawa melayang akibat praktik ilegal ini di perbatasan Kalsel-Kaltim itu. Setelah tragedi Muara Kate, truk-truk diduga dari MCM mengubah haluan ke arah Banjarmasin. Mereka tak lagi berani melewati Kaltim mengingat warga di perbatasan melakukan penjagaan ketat.
Larangan hauling di jalan umum sebenarnya sangat jelas. Kaltim mengacu pada Perda No. 10 Tahun 2012, sedangkan Kalsel mengandalkan Perda No. 3 Tahun 2008. Belum lagi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba yang menegaskan bahwa jalan umum tidak boleh digunakan untuk hauling tambang.
"Jadi sudah jelas dan sepakat, kami melarang hauling di jalan umum," tegas Muhidin. Ia juga meminta keterlibatan TNI selain Polri dalam penindakan. "Semoga tidak ada lagi yang nakal," tambahnya.
Diduga, truk-truk tersebut berasal dari konsesi milik PT Mantimin Coal Mining (MCM) yang belum memiliki jalan khusus tambang. Luas wilayah izin mereka mencapai 5.908 hektare, mencakup tiga kabupaten: Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah.
Kapolda Kalsel, Irjen Rosyanto Yudha, menyebut pihaknya sudah mengambil langkah tegas. "Saya sudah perintahkan Kapolres Tabalong, dibantu Batalion C Brimob, untuk melakukan penjagaan dan penertiban," ujar Rosyanto.
Pengacara keluarga tragedi Muara Kate mengapresiasi respons Gubernur Muhidin. "Sekarang, yang terpenting kita pastikan bersama bahwa penegakan hukum benar-benar dilakukan," jelasnya.

