Balikpapan, EKSPOSKALTIM – Hampir tiga pekan sejak Wakil Presiden Gibran Rakabuming mengunjungi Dusun Muara Kate, Kabupaten Paser, kasus pembunuhan Russel (60) belum juga menemukan titik terang. Namun dalam momen HUT ke-79 Bhayangkara, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro memberi sinyal bahwa kasus ini segera diungkap.
“Kasus Muara Kate jadi atensi kita, apalagi Pak Wapres sudah datang ke sana. Insyaallah, dalam waktu dekat akan kita ungkap. Mohon dukungannya,” ujar Endar usai upacara peringatan Bhayangkara di Balikpapan, Sabtu (5/7).
Endar mengakui proses penyidikan masih terkendala pembuktian. Meski begitu, ia menegaskan bahwa pengusutan tetap berjalan dan terus dilaporkan ke Kantor Wakil Presiden. “Mohon doanya. Insyaallah bisa kami klirkan,” katanya memberi isyarat.
Russel, tokoh adat Dayak, ditemukan tewas dengan luka parah di leher dan dada pada 15 November 2024. Ia diserang saat berjaga malam di posko penolakan hauling batu bara bersama Anson (55), yang juga terluka parah. Posko itu didirikan warga sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk tambang milik PT Mantimin Coal Mining (MCM) yang melintasi jalan negara.
Warga menilai kematian Russel bukan kecelakaan, tapi bentuk pembiaran atas konflik berkepanjangan antara perusahaan dan masyarakat. Sebelumnya, dua korban jiwa lainnya juga tercatat: Ustaz Teddy yang tewas tertabrak truk di Batu Kajang (Mei 2024), dan Pendeta Veronika yang dilindas saat pulang pelayanan (Oktober 2024).
Meski lebih dari 20 saksi telah diperiksa, hingga kini belum ada satu pun tersangka ditetapkan. Warga terus menuntut pengusutan tuntas, penghentian hauling di jalan umum, dan pencabutan izin MCM.
Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) menyebut MCM meraup keuntungan hingga Rp1,5 triliun dalam 18 bulan tanpa membangun jalan hauling sendiri. Biaya logistik ditekan, tapi risiko sosial dan ekologis ditanggung warga.
Tragedi ini akhirnya sampai ke Jakarta. Pada 15 Juni 2025, Wapres Gibran meninjau langsung lokasi posko di Muara Kate dan bertemu keluarga korban. Dalam kunjungan itu, ia meminta aparat menjaga lokasi dan menegaskan pentingnya penegakan hukum serta perlindungan warga.
Gibran juga menyoroti lemahnya pelaksanaan perda di daerah tambang. Ia menggelar rapat lanjutan di Jakarta dengan kementerian dan instansi terkait, serta meminta Kapolda menuntaskan penyidikan.
Warga menyambut baik kunjungan Wapres, tapi tetap waspada. “Kami sudah terlalu sering dijanjikan. Yang kami butuhkan sekarang bukan pidato, tapi truk berhenti lewat, dan pelaku pembunuhan diadili,” kata seorang warga kepada EKSPOSKALTIM.
Media ini sudah tiga kali mendatangi Cityloft Apartemen Jakarta, namun kantor MCM tersebut sudah setahun belakangan tak lagi aktif beroperasi. Sejumlah kontak yang terhubung dengan direksi MCM juga tak merespons upaya konfirmasi media ini.

