PORTAL BERITA ONLINE NEWS AND ENTERTAINTMENT ONLINE BERANI BEDA..!! MENGEKSPOS KALIMANTAN & TIMUR INDONESIA

Tim SAR Temukan Ceceran Organ Tubuh, Nelayan Pukat Ikan Diduga di Mangsa Binatang Buas

Home Berita Tim Sar Temukan Ceceran O ...

Tim SAR Temukan Ceceran Organ Tubuh, Nelayan Pukat Ikan Diduga di Mangsa Binatang Buas
Operasi SAR hari ke dua pencarian Amat telah dilakukan, Senin (18/12/2017). Namun Amat belum juga ditemukan. (Dok. Badan Pencarian dan Pertologan Kaltimra)

EKSPOSKALTIM, Nunukan – Memasuki hari kedua pencarian Amat, nelayan pukat ikan yang hilang di Sungai Sebaung, belum juga ditemukan. Namun, tim SAR (search and rescue) gabungan menduga, Amat telah dimangsa binatang buas.

Hal tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kaltim-Kaltara (Kaltimra) Gusti Anwar Mulyadi, melalui Kepala Seksi Operasi dan Siaga Octavianto, melaporkan hasil pencarian hari ini menemukan bagian organ tubuh manusia, berupa jari-jari tangan.

Baca juga: Cara Dinsos-P3M Bontang Tangani Gepeng

Kuat dugaan organ tubuh tersebut adalah bagian tubuh Amat. Pasalnya, organ-organ tubuh tersebut ditemukan tak jauh dari tempat dilaporkannya pria 43 tahun itu menghilang.

“Unsur SAR gabungan dengan keluarga korban menemukan bagian tubuh yang dicurigai milik korban, berupa jari tangan, di sekitar LKP (laporan kejadian perkara) yang ada jejak kaki,” kata Octa – panggilan akrab Octavianto – Senin (18/12/2017).

Dia menambahkan, Tim SAR menduga organ-organ tubuh tersebut sisa-sisa makanan binatang buas. “Kemungkinan dimuntahkan oleh buaya,” tambahnya.

Tim SAR gabungan menemukan bagian organ tubuh manusia, berupa jari-jari tangan, di lokasi hilangnya Amat.

Namun, pihaknya tak buru-buru memutuskan bahwa bagian organ tubuh manusia itu adalah Amat. Sebab, tidak menutup kemungkinan penemuan jari-jari tangan manusia itu bukan bagian tubuh Amat.

Oleh karena itu, Octa menyampaikan, operasi SAR pencarian Amat akan kembali dilanjutkan pada Selasa (19/12) pagi. “Unsur SAR gabungan telah selesai melaksanakan operasi SAR hari kedua. Hasil sementara masih nihil,” bebernya.

Baca juga: Pupuk Kaltim Raih Proper Nasional Peringkat Emas

Dia juga menyampaikan, ada beberapa kendala yang dihadapi timnya di lapangan dalam operasi kali ini. Kata dia, tim kesusahan dalam berkomunikasi via telepon. Sebab di LKP tidak ada sinyal handphone. Tim hanya mengandalkan telpon satelite untuk berkomunikasi jarak jauh.

“Selain itu, tim harus extra hati-hati selama melaksanakan penyisiran, sebab di sekitar LKP merupakan habitat buaya muara,” tandasnya.

Diwartakan sebelumnya, Amat hilang setelah beberapa hari memukat ikan di perairan Sungai Sebaung, Nunukan. Kornologis selengkapnya, Baca: Nelayan Pukat Ikan Hilang di Sungai Sebaung


Editor : Maulana
Tags : \\

Apa Reaksi Anda ?

0%0%0%0%0%0%0%0%
Sebelumnya :
Berikutnya :